Kompas.com - 25/08/2021, 18:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernah mendengar anggapan kendaraan bermotor yang sering melintas di jalan beton bisa menyebabkan ban menjadi mudah pecah? Alasan utama, karena permukaannya lebih kasar ketimbang aspal.

Alhasil, tidak sedikit masyarakat yang percaya anggapan tersebut. Namun banyak juga yang mengatakan tidak percaya, sebab faktor penyebab ban pecah itu cukup beragam, sebagai contoh kurang tekanan udara hingga usia pakai.

On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, efek yang ditimbulkan pada ban jika permukaan kasar bukan menjadikan ban tersebut mudah pecah. Tetapi, lebih tepatnya lebih aus, karena gesekan dengan beton lebih sering.

Baca juga: Jangan Sampai Terulang, Truk Pemadam Kebakaran Terhalang Mobil Parkir di Badan Jalan

Jalan beton itu ada yang dua garis atau rain groove-nya lurus (straight), dan melintang (cross). Nah, yang membuat telapak ban cepat aus itu yang cross, karena ban seperti di parut,” ucap Zulpata saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Pengerjaan proyek jalan beton di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (3/6/2012). Jalan dibeton karena konstruksi jalan lama dari aspal mudah rusak akibat beban berat kendaraan yang melintas. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengerjaan proyek jalan beton di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (3/6/2012). Jalan dibeton karena konstruksi jalan lama dari aspal mudah rusak akibat beban berat kendaraan yang melintas.

“Namun, jangan bayangkan sedang parut kelapa yang bisa cepat habis. Ban jadi sedikit lebih cepat aus saja jika dibandingkan kalau kita jalan di permukaan aspal halus,” lanjutnya.

Zulpata melanjutkan, tidak semua jalan di Indonesia memiliki tekstur beton, bahkan pada jalan tol sendiri pun permukaan beton hanya di beberapa ruas saja. Artinya, gerak ban tidak akan selalu berada pada lintasan beton.

Baca juga: Simak Ini Tarif Terbaru Tol Balikpapan-Samarinda

Selain itu, menurut Zulpata, kunci utama agar permukaan ban tidak cepat habis adalah dengan perawatan yang tepat dan gaya berkendara pengemudi.

“Meski sering melewati permukaan beton saat berkendara, selama menggunakan dalam kondisi wajar, alias tidak agresif, dan kecepatan sudah sesuai dengan aturan serta tidak melakukan pengereman mendadak, sebenarnya tidak masalah,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.