Mimpi Punya Mobil Listrik, Hitung Dahulu Biaya Kepemilikan

Kompas.com - 16/08/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi tempat pengecasan mobil listrik. PIXABAY.comIlustrasi tempat pengecasan mobil listrik.

JAKARTA, KOMPAS.comMobil listrik adalah keniscayaan di masa depan. Bagi sebagian orang punya mobil listrik adalah mimpi yang harus dikejar.

Tapi, sebelum mimpi jadi kenyaataan, ada baiknya menghitung seberapa mahal atau murah biaya kepemilikan mobil listrik.

Ada anggapan yang mengatakan bahwa mobil listrik minim perawatan dan tidak perlu servis berkala seperti mobil dengan mesin bakar internal (internal combustion engine/ICE). Secara langsung, alasan ini berkorelasi dengan biaya kepemilikan yang rendah.

Anggapan tersebut mungkin saja benar, namun seberapa murah biaya kepemilikan mobil listrik masih perlu dikaji lebih lanjut.

Untung saja sebuah studi terbaru yang dilakukan Argonne National Library dari dari US Department of Energy, berhasil mengungkap hal tersebut.

Baca juga: Hyundai Custo, Calon MPV Baru Penantang Kijang Innova

Ilustrasi soket pengisian daya mobil listrik UNPLASH.com Ilustrasi soket pengisian daya mobil listrik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari laman Electrek (16/8/2021), setidaknya ada 7 faktor yang dipertimbangkan untuk menghitung total biaya kepemilikan.

Mulai dari biaya pembelian kendaraan, depresiasi, pembiayaan dan biaya bahan bakar, biaya asuransi, perawatan dan perbaikan, serta biaya pajak.

David Gohlke, seorang analis energi dan lingkungan di Argonne, mengatakan, dengan perkembangan teknologi saat ini biaya kepemilikan mobil listrik bisa menjadi lebih murah dari waktu ke waktu.

Baca juga: Hasil MotoGP Austria 2021: Seru! Binder Juara, Rossi Kedelapan

Perakitan mobil listrik Volkswagen ID.3 di Zwickau, Jerman.REUTERS/Matthias Rietschel Perakitan mobil listrik Volkswagen ID.3 di Zwickau, Jerman.

Meskipun, belum ada kepastian seberapa cepat biaya kepemilikan bisa turun. Namun trennya dipercaya sedang mengarah ke sana.

Berdasarkan studi yang berjudul ‘Comprehensive Total Cost of Ownership Quantification for Vehicle with Different Size Classes and Powertrains’, tercatat biaya perawatan mobil listrik berbasis baterai lebih rendah 40 persen dibandingkan mobil ICE (Internal Combustion Engine).

Meski begitu, secara keseluruhan mobil hybrid rupanya masih menjadi mobil dengan biaya kepemilikan paling rendah di antara kendaraan listrik lain, seperti BEV atau PHEV.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2021, Binder Juara, Quartararo Masih Teratas

Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.

Namun, mobil listrik berbasis baterai akan mencapai keseimbangan harga, karena turunnya biaya baterai pada masa mendatang.

“Temuan lain dari catatan, termasuk bahwa mobil terdepresiasi lebih cepat daripada truk
ringan, dan bahwa kendaraan listrik yang lebih tua memiliki tingkat depresiasi yang lebih besar daripada kendaraan listrik yang lebih baru,” kata Gohlke.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.