Lagi-lagi Karena Mengantuk, Mobil Tabrak Rumah di Wonogiri

Kompas.com - 15/08/2021, 10:01 WIB
RUSAK—Teras rumah warga di Jalan Raya Sukoharjo - Wonogiri, Dusun Nanggan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah rusak setelah sebuah mobil menabrak karena sopir dalam kondisi mengantuk, Sabtu (14/8/2021) pagi. KOMPAS.COM/Dokumentasi Polres WonogiriRUSAK—Teras rumah warga di Jalan Raya Sukoharjo - Wonogiri, Dusun Nanggan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah rusak setelah sebuah mobil menabrak karena sopir dalam kondisi mengantuk, Sabtu (14/8/2021) pagi.

SOLO, KOMPAS.com - Salah satu pantangan utama saat sedang mengemudi adalah menahan rasa kantuk. Kondisi mengantuk saat sedang mengemudi mutlak berbahaya.

Ini karena dalam mengemudikan kendaraan dibutuhkan konsentrasi penuh. Hilang konsentrasi sepersekian detik saja berisiko fatal mencelakakan diri sendiri maupun orang lain.

Seperti yang terjadi di Wonogiri, Sabtu (14/8/2021). Sebuah mobil low sport utility vehicle (LSUV) menabrak teras rumah warga. Dilansir dari Kompas.com, Kepala Subbagian Humas Polres Wonogiri AKP Suwondo mengatakan kecelakaan tunggal ini disebabkan karena sopir yang mengantuk.

Baca juga: Truk Terjun ke Laut Akibat Pedal Gas Macet, Ini Saran dari KNKT

RUSAK—Teras rumah warga di Jalan Raya Sukoharjo - Wonogiri, Dusun Nanggan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah rusak setelah sebuah mobil menabrak karena sopir dalam kondisi mengantuk, Sabtu (14/8/2021) pagi.KOMPAS.COM/Dokumentasi Polres Wonogiri RUSAK—Teras rumah warga di Jalan Raya Sukoharjo - Wonogiri, Dusun Nanggan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah rusak setelah sebuah mobil menabrak karena sopir dalam kondisi mengantuk, Sabtu (14/8/2021) pagi.

Suwondo menjelaskan kronologi kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah Solo menuju Wonogiri. Kondisi jalan yang datar membuat sopir merasa mengantuk. Akibatnya laju mobil tidak terkendali dan berakhir menabrak teras rumah warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kesempatan terpisah, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan bahwa berkendara sambil menahan kantuk sama bahayanya dengan berkendara dalam kondisi mabuk.

Meski beberapa orang memiliki trik untuk menahan rasa kantuk saat sedang menyetir mobil, hal tersebut tidak banyak membantu. Ketika kantuk sudah menyerang saat sedang berkendara, solusinya hanyalah beristirahat.

Baca juga: PO Primajasa Rilis 15 Bus Baru dari Karoseri Tentrem

Ilustrasi mengantuk saat berkendaraalbayan Ilustrasi mengantuk saat berkendara

“Apabila sudah tidak kuat, lebih baik cari tempat yang benar-benar aman dan tidur, kemudian setelah segar diperbolehkan melanjutkan perjalanan lagi,” ujar Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jusri pun mengingatkan bahaya fenomena microsleep yang bisa menyerang siapapun saat sedang mengemudikan kendaraan. Microsleep adalah fenomena di mana badan hilang kesadaran karena tertidur sesaat.

Meski hanya terjadi beberapa detik, microsleep saat sedang berkendara sangat berbahaya. Rentang waktu yang hanya hitungan detik sudah sangat cukup menciptakan peluang terjadinya kecelakaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.