Dampak PPKM, Catat Daftar Penyakit pada Mobil yang Jarang Dipakai

Kompas.com - 09/08/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi parkiran mobil di Jepang Ilustrasi parkiran mobil di Jepang

JAKARTA, KOMPAS.com - Angka Kasus Covid-19 yang masih tinggi membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 di Jawa dan Bali, serta kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi para pekerja kantoran.

Kondisi ini tentu akan berimbas pada mobil kesayangan yang jarang digunakan, lebibh sering  menganggur di garasi.

Kendaraan yang jarang digunakan dinilai akan lebih berpotensi mengalami banyak kerusakan dibanding dengan kendaraan yang selalu dijalankan.

Baca juga: Kasus Api Menyambar Kolong Truk BBM, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, mobil yang jarang dipakai justru memiliki potensi kerusakan yang lebih besar dibanding dengan yang aktif digunakan. Salah satu komponen yang bisa cepat rusak adalah aki.

“Normalnya ganti aki setiap dua tahun, namun karena kendaraan jarang dinyalakan yang menyebabkan tidak adanya siklus arus listrik untuk pengisian ulang, maka lama-lama aki busi akan melemah dan tidak dapat berfungsi. Sehingga pergantian aki menjadi lebih awal, bisa satu tahun atau bahkan kurang dari satu tahun,” ujar Suparna kepada Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi ban mobilDok. Shutterstock Ilustrasi ban mobil

Selain itu komponen lain yang bisa cepat rusak adalah ban. Akibat terlalu lama diam, membuat tekanan udara di dalam ban bisa berkurang hingga akhirnya mengempis.

Bahkan besar kemungkinan juga bisa menyerang bearing roda karena beban terjadi dalam satu titik saja, tidak ada rotasi atau pergantian tumpuan ban pada permukaan ban.

“Ketika hal ini terjadi, ban tidak akan seimbang. Akibatnya kendaraan akan bergetar saat dipakai berjalan,” kata Suparna.

Baca juga: 6 Cara buat Menghindari Rem Mobil Blong

Tangki bahan bakar ternyata juga tak luput dari salah satu komponen yang cepat rusak jika mobil jarang dipakai, terutama saat kendaraan dalam keadaan tangki tidak terisi penuh. Hal ini bisa menyebabkan adanya udara di dalam tangki.

“Saat suhu dingin maka uap air akan menjadi air dan mengendap di dalam tangki. Inilah yang akan menyebabkan tangki cepat berkarat. Kondisi tersebut juga bisa menyebabkan bahan bakar kotor, dan saringan di dalam tangki tersumbat,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.