Kasus Api Menyambar Kolong Truk BBM, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kompas.com - 08/08/2021, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Viral rekaman video yang memperlihatkan suasana di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat truk tangki pengangkut BBM mengisi stok bahan bakar.

Secara tiba-tiba api menyambar dan merembet hingga ke bawah kolong truk. Beruntung api cepat padam dan tidak membakar objek lain di dekatnya.

Kejadian tersebut kontan menimbulkan kebingungan pada sebagian orang. Pasalnya dalam video yang diunggah akun Instagram @romansasopirtruk, Sabtu (7/8/2021), tidak terlihat adanya kebocoran pada tangki. Lantai SPBU pun terlihat bersih dari genangan bahan bakar.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Styria, Jorge Martin dan Francesco Bagnaia Pastikan Ducati di Barisan Depan

Menanggapi kejadian tersebut, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan menjelaskan bahwa timbulnya api yang terlihat pada rekaman tersebut bisa jadi disebabkan oleh uap bahan bakar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Romansa Sopir Truck (@romansasopirtruck)

"Kalau lihat video itu, api muncul akibat terbakarnya vapour (uap) BBM. Jadi pada saat proses pengisian BBM dalam jumlah besar akan ada vapour yang jika terkena api maka akan menyala," kata Wildan kepada Kompas.com, Minggu (8/8/2021).

Ia memprediksi, kemungkinan uap BBM tersebut merupakan jenis Pertamax yang memiliki flashpoint atau titik sulut di angka 40 derajat celcius. Kecil kemungkinan BBM berjenis solar karena titik sulutnya di atas 200 derajat celcius.

Baca juga: Cara Mudah Cek Besaran Pajak Kendaraan Secara Online

"Jadi kalau ada percikan seperti puntung rokok bisa membakar vapour-nya," ujar Wildan menambahkan.

Apalagi dalam rekaman tersebut, terlihat ada becak motor yang sedang berusaha distarter oleh pemiliknya. Bisa jadi percikan timbul dari kegiatan starter kendaraan bermotor tersebut.

"Semua proses ignition, baik pada mobil ataupun motor akan selalu menimbulkan percikan. Hanya saja tempatnya (mungkin) ada yang terbuka seperti pada becak motor karena modifikasi amatir," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.