Sebelum Diproduksi, Ini yang Harus Dipenuhi Kendaraan Listrik

Kompas.com - 01/08/2021, 10:21 WIB
Konversi motor listrik dari skutik Honda BeAT oleh Katros Garage Instagram @katrosgarageKonversi motor listrik dari skutik Honda BeAT oleh Katros Garage
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal mengatakan, sedikitnya terdapat enam pengujian tambahan yang harus dipenuhi kendaraan listrik yang beredar di Indonesia.

Hal tersebut guna memastikan tiap kendaraan bermotor yang digunakan dan beredar memiliki tingkat keamanan serta layak jalan, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan PM 87 Tahun 2020.

"Standar yang harus dipenuhi oleh kendaraan bermotor pada umumnya ada 10 elemen, dari kebisingan suara, efisiensi rem, berat kendaraan, klakson, lampu utama, hingga power ratio," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (29/7/2021).

Baca juga: Ketentuan dan Persyaratan Konversi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai

Moeldoko jajal Gesits di pabrik WIMAFoto: Gesits Moeldoko jajal Gesits di pabrik WIMA

"Khusus kendaraan listrik, ada beberapa tambahan pengetesan terutama di bagian baterai serta keamanannya," tambah Risal.

Rinciannya yaitu kinerja baterai, alat pengisian ulang (rechargable plug), uji kemampuan perlindungan sentuh listrik, keselamatan fungsional, uji suara, dan uji emisi hidrogen untuk baterai dengan cairan pengisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini kita tengah berusaha bagaimana kendaraan listrik sedikit keluarkan suara saat digunakan sehingga meningkatkan atensi pengguna jalan sekitar. Oleh karena itu, ada pengujian mengenai tone level," jelas dia.

Setelah melakukan pengujian, pemilik akan mendapatkan surat keterangan serta agar diteruskan ke pihak Kepolisian.

Adapun sejauh ini, Kemenhub mencatat terdapat 112 unit kendaraan listrik di dalam negeri yang sudah mendapatkan SUT dan sekitar 7.585 unit memiliki SRUT.

Baca juga: Indonesia Baru Punya 3 Bengkel Konversi yang Bersertifikasi

Motor listrik DC100Foto: Slashgear Motor listrik DC100

Diketahui, SUT adalah dokumen yang dibutuhkan Agen Pemegang Merek (APM) untuk mendapatkan izin mengimpor atau memproduksi kendaraan di Indonesia. SUT menandakan suatu model kendaraan telah lulus uji kelaikan Kemenhub.

Setelah mendapatkan SUT, setiap unit yang diimpor/diproduksi untuk dijual di Indonesia wajib memiliki SRUT, yakni bukti unit memiliki kesesuaian spesifikasi dengan SUT.

"Sekarang 5.486 unit yang sudah berada di jalan, yaitu motor listrik," kata Risal.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.