Kelakuan Pengendara Motor Trail, Motong Lewati Pembatas Jalan

Kompas.com - 26/07/2021, 20:11 WIB
Pengendara motor trail memotong pembatas jalan Foto: Tangkapan layarPengendara motor trail memotong pembatas jalan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren motor trail meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Motor dua alam ini menjadi motor hobi untuk blusukan di medan off road dan hutan.

Tapi tak cuma hutan belantara, populasi motor trail juga ikut meningkat di "hutan beton". Motor kerap terlihat di jalan raya karena memang tangguh di berbagai macam medan.

Baca juga: [VIDEO] Pilihan Skuter Matik untuk Lady Biker

Tren tersebut juga berpengaruh dengan gaya berkendara di jalan raya. Ada saja pengguna motor trail kerap menerabas jalan rusak, polisi tidur, hingga trotoar jalan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

Seperti yang diunggah akun Instagram Daschcam Owners Indonesia, yang memperlihatkan seorang pengendara motor trail memotong jalan dengan naik ke pembatas jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tindakan tersebut masuk dalam kategori ugal-ugalan. Training Director The Real Driving Center Marcell Kurniawan mengatakan, ugal-ugalan adalah cerminan mental yang kurang baik.

“Di mana di jalan umum pengendara harus bisa mengontrol dirinya untuk menaati peraturan yang ada dan menghargai hak pengguna jalan,” ujar Marcell saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Marcell menambahkan, di Indonesia banyak pengemudi yang ugal-ugalan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya edukasi yang baik saat berkendara.

Motor trail Honda CRF450RLDok. Honda Powersports Motor trail Honda CRF450RL

Dalam kasus seperti ini pengendara tersebut ialah orang yang terlatih, dan motornya juga mampu diajak melakukan hal tersebut. Tapi aplikasinya yang kurang tepat.

Baca juga: Bos Petronas Yamaha SRT Kecewa Lihat Performa Rossi dan Morbidelli

“Kita kekurangan pengemudi yang well educated, sehingga banyak pengemudi yang skillnya pas-pasan, pengetahuannya kurang dan attitude-nya negatif,” kata Marcell.

Dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 105 menyebut setiap orang yang menggunakan jalan wajib berperilaku tertib dan mencegah hal-hal yang dapat membahayakan keamanan.

Kemudian Pasal 106, menyebut setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.