Agar Lebih Murah, Gaikindo Usul Mobil Listrik Versi LCGC

Kompas.com - 26/07/2021, 15:12 WIB
Petugas melakukan pengisian mobil listrik saat penandatangan kesepakatan kerjasama antara PT. Grahabuana Cikarang sebagai pengembang kawasan Kota Jababeka Cikarang dan PT. Starvo Global Energi di Jakarta, Selasa (25/5/2021). Kesepakatan kerjasama ini mencakup pengadaan, penjualan dan pemasangan SPKLU/EVCS (Electric Vehicle Charging Station) yang difokuskan di kawasan Kota Jababeka, meliputi gedung-gedung komersial, smart manufactures, smart homes serta pembangunan stasiun mandiri SPKLU di area umum dan terbuka. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pengisian mobil listrik saat penandatangan kesepakatan kerjasama antara PT. Grahabuana Cikarang sebagai pengembang kawasan Kota Jababeka Cikarang dan PT. Starvo Global Energi di Jakarta, Selasa (25/5/2021). Kesepakatan kerjasama ini mencakup pengadaan, penjualan dan pemasangan SPKLU/EVCS (Electric Vehicle Charging Station) yang difokuskan di kawasan Kota Jababeka, meliputi gedung-gedung komersial, smart manufactures, smart homes serta pembangunan stasiun mandiri SPKLU di area umum dan terbuka.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Demi mempercepat penjualan mobil listrik, Indonesia butuh solusi konkret. Tingginya harga masih jadi ganjalan. Gaikindo pun tawarkan solusi untuk mempercepat penetrasi di Tanah Air.

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, mengatakan, pemerintah harus bergerak aktif untuk membuat program semacam LCGC/KBH2 yang dilakukan pada 2013, tapi khusus untuk mobil listrik.

“Pendekatannya harus seperti itu, karena daya beli masyarakat kita masih di level Rp 200 jutaan. Kita ingin ada percepatan, kita ingin mengurangi harga, pemerintah juga harus turun tangan,” ujar Kukuh, kepada Kompas.com (26/7/2021).

Baca juga: Modal Rp 30 Juta, Tampilan Toyota Fortuner Berubah Jadi Legender

Komparasi duo LCGC Toyota Agya dan Daihatsu Ayla facelift 2020KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Komparasi duo LCGC Toyota Agya dan Daihatsu Ayla facelift 2020

Menurutnya program mobil listrik murah sudah dijalankan di Eropa. Sementara Indonesia, bisa ambil pendekatan seperti LCGC, yakni dengan mengurangi sejumlah tarif pajaknya.

“Di Eropa misalnya, ada VW harga murah, di bawahnya Polo. Karena mereka ingin masyarakat punya daya beli,” ucap Kukuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, harga mobil listrik paling murah saat ini dihargai sekitar Rp 600 jutaan. Artinya pemerintah harus berani menjamin produsen agar berani melakukan lokalisasi produknya di sini.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Begini Aturan Operasional Transportasi Umum

Stok mobil listrik global mencapai 10 juta unit pada tahun 2020, 41 persen lebih tinggi dari tahun 2019REUTERS via DW INDONESIA Stok mobil listrik global mencapai 10 juta unit pada tahun 2020, 41 persen lebih tinggi dari tahun 2019

“Karena segmen pasarnya masih kecil, kita harus pastikan skala ekonominya kena. Karena kalau tidak, vendor komponen lokal kita yang menanggung,” kata Kukuh.

“Nah kita sedang dalam proses itu. Kalau itu jadi, menarik. Kalau satu dari tiga komponen utama mobil listrik (baterai, inverter, dan motor listrik) ada di Indonesia, harga bisa ditekan,” tuturnya.

Sebelumnya, dilansir dari Forbes, pasar Eropa sudah didatangi sejumlah mobil listrik murah dari beberapa produsen dunia.

Baca juga: All New Yamaha R15 Tertangkap Kamera Saat Uji Jalan

Mobil listrik Dacia Spring yang dijual di Eropahttps://www.dacianmag.com/ Mobil listrik Dacia Spring yang dijual di Eropa

Mungkin mobil listrik termurah di Eropa saat ini adalah Dacia Spring yang dijual 17.000 euro atau setara Rp 290 jutaan.

Dalam waktu dekat mobil tersebut bakal dapat pesaing yang lebih murah, yaitu Hong Guang MINI EV yang akan dihargai sekitar 10.000 euro atau setara Rp 170 jutaan.

Kemudian ada juga perusahaan start up Jerman yang meluncurkan e.Go Mobile yang rencananya akan dihargai sekitar 20.000 euro atau setara Rp 341 jutaan.

Harga mobil listrik murah ini jelas lebih terjangkau ketimbang harga mobil listrik reguler, seperti BMW i4 all-electric yang dibanderol dari 70.000 euro atau setara Rp 1,1 miliar.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.