Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dibatasi bagi Kendaraan Penumpang

Kompas.com - 14/07/2021, 08:02 WIB
Pengecekan PPKM Darurat Ketapang-Gilimanuk Dok. Ajie PanatagamaPengecekan PPKM Darurat Ketapang-Gilimanuk

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat kurang maksimalnya penerapan PPKM Darurat di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan ketentuan baru soal operasional angkutan penyeberangan khusus selama PPKM Darurat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, akan memberlaku larangan penumpang pejalan kaki dan kendaraan penumpang pada waktu operasi mulai Rabu (14/7/2021) hingga 20 Juli 2021 dari pukul 19.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Hal tersebut dilakukan untuk memperketat pemberlakukan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali. Namun dipastikan untuk kendaraan logistik akan tetap dilayani seperti biasa.

Baca juga: Mengenal Teman Bus, Angkutan Massal Perkotaan Berbasis BTS

"Untuk ketentuan ini akan diatur lebih lanjut dalam SE Dirjen Hubdat. Pelaksanaan PPKM Darurat sejauh ini di Ketapang-Gilimanuk kurang maksimal, masih ditemukan penumpang yang sudah menyeberang ke Gilimanuk namun hasil rapid test antigennya positif, sehingga perlu dilakukan pengetatan di Pelabuhan Ketapang sebagai bentuk antisipasi," ujar Budi dalam keterangan resminya, Selasa (13/7/2021).

Suasana di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (8/6). Antaranews Suasana di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (8/6).

Lebih lanjut Budi ikut meminta PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk melaukan pembaruan aplikasi Ferizy. Tujuannya agar memberikan informasi bagi penumpang pejalan kaki dan kendaraan penumpang untuk tidak diperbolehkan membeli tiket pada waktu yang telah ditentukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena adanya ketentuan ini, Budi mengimbau bagi calon penumpang penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk untuk mengatur perjalanan sehingga tidak tiba saat malam hari, terutama di periode PPKM Darurat.

Selain itu, ada tambahan persyaratan saat penumpang akan membeli tiket, yakni harus dilengkapi dengan hasil negatif rapid test antigen dan kartu vaksin. Petugas loket wajib memeriksa kedua kelengakapan tadi, kecuali bagi kendaraan logistik tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin.

Baca juga: PPKM Darurat, Berikut Update Lokasi Penyekatan Jalan di Jabodetabek

"Bagi kendaraan logistik tetap beroperasi, khusus yang tujuan akhirnya di Pulau Lombok kami harapkan tidak ada yang melewati Pulau Bali dan diarahkan untuk menggunakan Angkutan Long Distance Ferry (LDF) yang telah disediakan," ujar Budi.

Pengecekan PPKM Darurat Ketapang-GilimanukDok. Ajie Panatagama Pengecekan PPKM Darurat Ketapang-Gilimanuk

"Saya memandang perlu adanya kerja sama antara Pemerintah, Operator, Gapasdap, INFA, maupun masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, diharapkan operator kapal membentuk personil khusus guna memastikan kepatuhan protokol kesehatan sebagai bentuk pengawasan yang tegas," katanya.

Berdasarkan data, selama PPKM Darurat berjalan dari 3-11 Juli 2021, terpantau produktifitas lintas harian penumpang turun 49 persen daru semula 21.004 per hari jadi 10.676 per hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.