Mengenal Teman Bus, Angkutan Massal Perkotaan Berbasis BTS

Kompas.com - 12/07/2021, 15:32 WIB
Teman Bus telah diluncurkan di 5 kota di Indonesia. infopublik.idTeman Bus telah diluncurkan di 5 kota di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, sejak 2020 lalu resmi meluncurkan program Buy The Service (BTS).

Langkah ini diklaim menjadi upaya dalam memberikan pelayanan angkutan massal perkotaan yang lebih baik dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dengan berbasis BTS, Kemenhub membeli layanan angkutan massal perkotaan kepada operator melalui mekanisme lelang yang pada tahap awal dilakukan di lima daerah, yakni Palembang, Medan, Surakarta, Yogyakarta, dan Denpasar.

Lisensi diberikan kepada operator yang memenuhi kualifikasi. Operator pun wajib menjalankan SPM yang sudah ditetapkan, dan akan ada sanksi bagi yang melanggar.

Baca juga: Berkaca dari Kecelakaan Bus di Tol Pemalang, Ini Bahaya Berkendara di Lajur Kanan

Layanan Buy the Service di BaliDjoko Setijowarno Layanan Buy the Service di Bali

Implementasi BTS dijalankan dengan nama Teman Bus yang menawarkan konsep angkutan perkotaan berbasis non-tunai dengan beberapa tujuan. Mulai dari memberikan transportasi ekonomis, mudah, andal, dan nyaman bagi masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam perkembangannya, kini jaringan layanan BTS mulai merambah kota-kota lain. Salah satu yang paling baru ada di Bogor yang telah diresmikan pada pertengahan Juni 2021.

"Untuk tahun ini setelah Bogor dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), rencananya juga akan luncurkan BTS di dua kota lain, yakni Bandung dan Surabaya. Mudah-mudahan tidak ada halangan di 2021 ini," ucap Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Ahmad Yani, saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/7/2021).

Layanan BTS Teman Bus terdiri dari armada bus sedang berkapasitas 40 penumpang dengan 20 tempat duduk, dan bus berkapasitas 60 penumpang dengan konfigurasi 30 tempat duduk.

Baca juga: Upaya Terus Memperluas Layanan Angkutan Massal Berbasis BTS

Teman Bus memiliki standar minimal dalam hal pelayanan yang diatur langsung ketentuannya oleh pemerintah. Setidaknya ada enam poin yang ditetapkan, yakni ;

Ilustrasi sopir mengendarai armada Teman Bus di Palembang.tribunnews.com Ilustrasi sopir mengendarai armada Teman Bus di Palembang.

1. Keamanan, contohnya CCTV, ID Card Driver, dan Tombol Hazard;
2. Keselamatan, contohnya SOP Pengoperasian kendaraan, SOP Keadaan Darurat, dll;
3. Kenyamanan, contohnya suhu dalam bus, kebersihan, lampu penerangan;
4. Keterjangkauan, contohnya aksesibilitas, tarif;
5. Kesetaraan, contoh ketersediaan kursi prioritas;
6.Keteraturan, contoh waktu tunggu, kecepatan perjalanan dan waktu berhenti di halte.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X