Berkaca dari Kecelakaan Bus di Tol Pemalang, Ini Bahaya Berkendara di Lajur Kanan

Kompas.com - 12/07/2021, 11:02 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di  tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARSejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecelakaan di lajur kanan jalan tol kembali terulang. Kali ini insiden terjadi di Tol Pejagan-Pemalang KM 308, Desa Saradan, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Minggu (11/7/2021).

Kecelakaan ini terjadi ketika bus PO Sudiro Tungga Jaya yang tengah melaju kencang, berusaha menghindari truk yang oleng ke kanan di KM 308 jalur A.

Karena jarak yang terlalu dekat, bus membentur bodi belakang truk. Tidak hanya itu, ketika menghindar bus juga menabrak pagar pembatas di kiri jalan, hingga terguling di badan jalan sebelah kiri.

Baca juga: Perbandingan Mesin Staria dan Alphard, Siapa Lebih Bertenaga?

kecelakaan di Tol Pejagan Pemalang. Ini penyebab bus PO Sudiro Tungga Jaya alami kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang, KM 308, disebut terguling, 8 orang tewas. Istimewa/Tribunnews kecelakaan di Tol Pejagan Pemalang. Ini penyebab bus PO Sudiro Tungga Jaya alami kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang, KM 308, disebut terguling, 8 orang tewas.

Perlu dipahami, berkendara di jalan tol butuh konsentrasi tinggi. Terlebih buat mereka yang melaju dengan kecepatan tinggi di lajur kanan.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, peluang terjadinya kecelakaan membesar ketika seseorang tidak berkonsentrasi secara penuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal sudah banyak contoh kecelakaan, namun banyak pengendara tidak peduli bahwa lajur kanan sebetulnya paling berbahaya.

Baca juga: Jadi 75 Titik, Berikut Update Lokasi Penyekatan PPKM Darurat Jakarta

Ilustrasi menyalip truk Foto: Quora Ilustrasi menyalip truk

“Kenapa berbahaya? Lajur kanan itu merupakan yang paling cepat laju kendaraannya,” ujar Sony, kepada Kompas.com belum lama ini.

“Biasanya saling mendahului pada lajur kanan, sehingga jarang yang menjaga jarak,” kata dia.

Oleh sebab itu, pengendara yang melaju di lajur kanan juga harus mengetahui batas kecepatan yang aman. Tujuannya agar selalu mendapat jarak aman dengan kendaraan di depan.

Baca juga: Makin Liar, Dorna Siapkan Sanksi Lebih Tegas buat Pebalap MotoGP

Sistem pengereman otomatis saat darurat jadi fitur yang diharuskan di Amerikacarbuzz.com Sistem pengereman otomatis saat darurat jadi fitur yang diharuskan di Amerika

Sementara itu, dari sisi mobil-mobil yang berada di lajur dua atau tiga, sebaiknya lebih berhati-hati ketika pindah ke lajur kanan.

“Beri ruang untuk kendaraan yang akan mendahului, biasanya mereka ada kepentingan yang lebih utama,” ucap Sony.

Jangan lupa untuk menyalakan lampu sein dan memastikan kondisi di belakang dari kaca spion sudah aman.

Kemudian, jika sudah mendahului segera kembali ke lajur kiri, untuk menghindari kecelakaan tabrakan beruntun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X