Balap Liar Terjadi di Negara Miskin Sampai Negara Maju

Kompas.com - 11/07/2021, 08:21 WIB
Foto-foto petugas Kepolisian Polresta Tasikmalaya menertibkan dan mengangkut ratusan motor pelaku balap liar memakai kontainer di Jalan Mashudi, Kota Tasikmalaya, Jumat (16/4/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAFoto-foto petugas Kepolisian Polresta Tasikmalaya menertibkan dan mengangkut ratusan motor pelaku balap liar memakai kontainer di Jalan Mashudi, Kota Tasikmalaya, Jumat (16/4/2021).
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini viral di media sosial aksi balap liar yang menutup badan jalan. Kemudian disusul video pelaku balap liar yang mengeroyok anggota kepolisian.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, balap liar adalah masalah sosial yang selalu berulang.

Balap liar kata Jusri, tak cuma terjadi di Indonesia tapi di hampir di semua negara di dunia dari negara berkembang sampai negara maju.

Baca juga: Pertamina Pastikan Tetap Beroperasi Selama PPKM Darurat

Petugas kepolisian menindak puluhan sepeda motor yang melakukan balap liar Petugas kepolisian menindak puluhan sepeda motor yang melakukan balap liar

"Ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tapi dari negara miskin sampai negara maju, dan sampai sekarang balap liar ada. Di Amerika ada di Jerman ada, karena balap liar ini menawarkan sensasi yang luar biasa dibandingkan di sirkuit," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

Menurut Jusri, para pebalap liar akan berhenti dengan pada usia tertentu. Tapi kemudian digantikan generasi lain di bawahnya. Karena itu pebalap liar banyak remaja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Para mantan pebalap liar itu yang melakukan balap liar ketika mereka sudah mulai tua di ambang 40 tahun ke atas tidak ada hobi otomotif sama sekali, tidak semua pebalap atau suporternya (yang suka nonton balap liar) suka dengan otomotif pada akhirnya," katanya.

Aksi balap liar kerap diunggah di media sosialDok. YouTube Aksi balap liar kerap diunggah di media sosial

Jusri mengatakan, karakter semacam ini ialah fenomena dari kelompok atau orang-orang yang sedang mencari jati diri.

"Sehingga ketika kelompok ini hilang akan digantikan kelompok lain yang masuk pada level tersebut," katanya.

Untuk menghilangkan balap liar kata Jusri perlu tindakan pencegahan dan penindakan yang tegas. Pencegahan melibatkan banyak lapisan masyarakat.

Baca juga: Gesits RKG-72, Motor Listrik Konsep Karya Ridwan Kamil

Petugas kepolisian menindak puluhan sepeda motor yang melakukan balap liar Petugas kepolisian menindak puluhan sepeda motor yang melakukan balap liar

"Seharusnya kita bisa melakukan tindakan pencegahan jika stakeholder atau masyarakat yang mempunyai kepentingan ini bisa melakukan edukasi yaitu senior, orang tua, bengkel, guru, sekolah, dan tidak memancing satu kondisi munculnya balap liar seperti ini," katanya.

Kemudian tindakan penegakan hukum yang ketat dan tegas.

"Kalau pebalap liar di bawah umur maka orang tuanya dilibatkan, paling tidak ada tanggung jawab moral," kata Jusri.

"Karena tindakan hukum ke orang tua tidak ada di sini (Indonesia) misalkan anak di bawah umur mengalami kecelakaan orang tuanya gak ditangkap, kalau di luar (negeri) ada (bertanggung jawab)," katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.