Pemprov DKI Jakarta Berencana Tambah Lokasi Pembatasan Mobilitas

Kompas.com - 24/06/2021, 07:02 WIB
Kondisi lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada hari ini, Sabtu (15/8/2020) pukul 11:42 WIB. Dok. PT Jasa Marga (Persero) TbkKondisi lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada hari ini, Sabtu (15/8/2020) pukul 11:42 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menambah titik pembatasan mobilitas warga pada wilayah tertentu guna menekan penyebaran virus corona alias Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam konferensi pers. Sehingga, pengendalian atas virus terkait semakin baik dan cepat.

"Jadi nanti jalan-jalan serta titik-titik yang berpotensi jadi tempat keramaian, interaksi, dapat segera dibebaskan, ditutup agar tidak terjadi kerumunan," kata dia, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Polisi Pastikan Ojol Bisa Melintas di 10 Ruas Penyekatan Jakarta

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Riza melanjutkan, nantinya penambahan pembatasan bisa berupa titik baru ataupun pengembangan dari 10 titik yang telah ditetapkan. Kini, pihak Pemprov DKI masih melakukan kajian.

Menanggapi hal ini, pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya turut mendukungnya. Tetapi langkah pembatasan harus berdasar data studi kuat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, menurut pantauan petugas dan tim implementasi kawasan pembatasan mobilitas di 10 titik tersebut sudah berjalan secara optimal dan signifikan.

"Kini mereka lebih tertib dan taat aturan, misalnya dari sisi kerumunannya hilang, beberapa tempat usaha, kafe restoran sudah memenuhi prokes, baik dari jam operasional maupun jumlah kapasitas pengunjung," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo.

Baca juga: Dishub DKI Batasi Waktu Operasional Transjakarta hingga Angkot

Polantas memberikan sosialisasi kepada pengendara yang melanggar saat hari pertama pemberlakuan kembali kebijakan ganjil-genap kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan roda empat pribadi di 25 ruas jalan di Jakarta untuk membatasi mobilitas warga dan menghindari adanya penumpukan kendaraan di jalan raya pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARS Polantas memberikan sosialisasi kepada pengendara yang melanggar saat hari pertama pemberlakuan kembali kebijakan ganjil-genap kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan roda empat pribadi di 25 ruas jalan di Jakarta untuk membatasi mobilitas warga dan menghindari adanya penumpukan kendaraan di jalan raya pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

"Jadi dilihat, seberapa urgensinya untuk menutup kawasan tersebut. Apakah kawasan tersebut memang perlu dilaksanakan pembatasan mobilitas atau cukup kawasan pengendalian," lanjutnya.

Atas dasar itu, pihak Polda Metro Jaya mengaku akan mengevaluasi efektifitas pembatasan mobilitas yang saat ini sedang berlangsung. Apabila dianggap berhasil, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan.

"Tetapi ini perlu dikaji bersama instansi terkait dan juga tentang arus lalin maupun situasinya karena di ruas-ruas jalan yang diajukan untuk pembatasan mobilitas tentu harus kita carikan jalur altetnatifnya," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.