Insentif PPnBM Diperpanjang, Waktu yang Tepat Berburu Mobil Bekas

Kompas.com - 22/06/2021, 18:31 WIB
Ratusan ribu unit mobil diesel Volkswagen dan Audi diparkir di ruang penyimpanan di dekat Victorville, California, Amerika Serikat, Rabu (28/3/2018). 
Lucy Nicholson/ReutersRatusan ribu unit mobil diesel Volkswagen dan Audi diparkir di ruang penyimpanan di dekat Victorville, California, Amerika Serikat, Rabu (28/3/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar mobil bekas merupakan salah satu bagian dari rentetan rantai panjang industri kendaraan bermotor, yang berhubungan secara tak langsung.

Sehingga tiap kebijakan atau aturan baru pada mobil baru, sedikit banyak akan mempengaruhi sektor tersebut. Sebagai contoh, saat diterapkannya insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 0 persen terhadap mobil 1.500 c kebawah.

"Secara dampak negatif (pada Maret-Mei 2021), tidak ada pengaruh terhadap penjualan, normal saja. Tapi secara harga, terdapat sedikit penyesuaian karena harga mobil baru yang turun," ujar Sutadi, Chief Operating Officer Mobil88 kepada Kompas.com, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Alasan Mobil Diesel Mulai Jarang Ditemui di Pasar Mobil Bekas

Ilustrasi mobil bekas.Reuters Ilustrasi mobil bekas.

Kala itu, penurunannya mencapai sekitar 20 persen dibanding harga normal. Namun memang setiap produknya tidak bisa dipatok harga pasti (penurunan) karena berbeda-beda tergantung kondisi.

Adapun alasan mengapa pasar mobil bekas tidak turun saat insentif PPnBM berlaku, lanjut Sutadi, karena kebutuhan atas mobil murah tetap tinggi. Apalagi di tengah masa pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pasar mobil baru itu mayoritas adalah mereka yang memang ingin ganti mobil lama atau menambah unit. Sementara di pasar mobil bekas, berbeda preferensinya," ujar dia.

Baca juga: Jadi Barang Langka, Kijang Innova Diesel Bekas Masih Rp 200 Jutaan

"Terlebih inden mobil baru juga panjang. Jadi saat ada relaksasi ini, kedua pasar tersebut naik bersamaan walau di pasar mobil bekas tidak begitu tinggi seperti mobil baru," lanjut Sutadi.

"Mengenai harga, tentu menjadi lebih murah karena kan mengikuti perkembangan harga mobil baru-nya. Jadi bila relaksasi PPnBM diperpanjang, itu waktu yang tepat membeli mobil bekas," katanya lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X