Bedanya Sekolah Mengemudi yang Terakreditasi dan yang Tidak

Kompas.com - 19/06/2021, 11:02 WIB
Ilustrasi seorang yang tengah mengikuti kursus mengemudi sedang melakukan manuver. https://putonthebrakes.files.wordpress.com/Ilustrasi seorang yang tengah mengikuti kursus mengemudi sedang melakukan manuver.

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), sekarang salah satu syarat administrasinya adalah melampirkan fotokopi sertifikat pendidikan dan pelatihan dari sekolah mengemudi yang terakreditasi.

Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, ada banyak lembaga, kursus, atau sekolah mengemudi. Namun, tidak semuanya terakreditasi.

Baca juga: Sekarang Bikin SIM A Harus Punya Sertifikat dari Sekolah Mengemudi

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, sekolah mengemudi yang terakreditasi harus menjalankan delapan standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD dan PNF).

ilustrasi kursus mengemudiKompas.com/Fathan Radityasani ilustrasi kursus mengemudi

"Materi ajar kami wajib berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional atau standar khusus atau internasional," ujar Marcell, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Marcell menambahkan, sekolah mengemudi juga tidak bisa sembarangan. Sebab, diatur juga oleh Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 36 Tahun 1994 tentang Pendidikan Mengemudi Kendaraan Bermotor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bikin SIM A Harus Punya Sertifikat, Berapa Biaya Sekolah Mengemudi?

"Sebelum memutuskan untuk mengikuti sekolah mengemudi, yang pasti wajib tanyakan apakah sekolah mengemudi tersebut berizin dan terakreditasi. Lalu, bagaimana silabus pelatihannya, sehingga calon siswa tahu apa yang akan dipelajarinya," kata Marcell.

kursus mengemudiKompas.com/Fathan Radityasani kursus mengemudi

Sebab, sekolah mengemudi yang tidak terakreditasi tidak dapat mengeluarkan sertifikat pendidikan dan pelatihan. Sesuai dengan yang sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

"Sesuai UU Sisdiknas, hanya lembaga yang terakreditasi yang berhak mengeluarkan sertifikat," ujar Marcell.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.