Kenali Potensi Bahaya Berkendara di Jalan Raya bagi Pengguna Motor

Kompas.com - 03/06/2021, 07:12 WIB
Ilustrasi kecelakaan motor gas2.orgIlustrasi kecelakaan motor

JAKARTA, KOMPAS. com - Potensi bahaya bisa terjadi di mana saja, salah satunya di jalan raya yang digunakan oleh berbagai macam karakter masyarakat.

Salah satu yang sering terlibat kecelakaan di jalan raya yakni pengendara sepeda motor.

Tentunya pada saat berkendara di jalan raya dibutuhkan konsentrasi penuh dan kesadaran terhadap lingkungan berkendara. Selain itu pengendara juga wajib waspada dan juga berhati-hati, karena jalan raya merupakan fasilitas umum yang dilalui oleh berbagai macam kendaraan.

Baca juga: PPnBM 50 Persen, Ini Harga Baru Xenia dan Terios Mulai Juni 2021

Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, ada tiga faktor yang menjadi penyebab timbulnya potensi bahaya pada saat berkendara bagi pemotor. Tiga faktor tersebut antara lain potensi bahaya dari diri sendiri, kendaraan, dan juga lingkungan.

“Biasanya jika dari diri sendiri itu seperti pengendara yang mengantuk, kurang konsentrasi dan kurangnya keterampilan dalam berkendara,” ucap Agus kepada Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengendara melintasi jalan berlubang di Grand Depok City (GDC) Grand Depok City, Depok, Jawa Barat, Rabu, (11/12/2019). Beberapa jalan sepanjang GDC masih berlubang dan bergelombang.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Pengendara melintasi jalan berlubang di Grand Depok City (GDC) Grand Depok City, Depok, Jawa Barat, Rabu, (11/12/2019). Beberapa jalan sepanjang GDC masih berlubang dan bergelombang.

Disarankan pada saat mengendarai sepeda motor, dipastikan tubuh dalam keadaan fit dan berkonsentrasi pada saat mengoperasikan kendaraan. Jika kondisi badan sedang tidak sehat dan terpaksa bepergian, maka bisa menggunakan transportasi umum.

Potensi bahaya yang kedua yakni dari kendaraan. Faktor dari kendaraan bisa dikarenakan perawatan sepeda motor yang tidak teratur. Selain itu modifikasi yang tidak tepat dan mengesampingkan keselamatan berkendara juga menjadi potensi bahaya dari kendaraan it sendiri.

Baca juga: Resmi Naik, Ini Harga Lengkap Daihatsu Rocky Mulai Juni 2021

Kemudian yang ketiga yakni faktor lingkungan. Faktor lingkungan merupakan faktor yang sedikit susah untuk diprediksi. Faktor lingkungan antara lain jalan rusak, kemacetan, dan kondisi cuaca.

Pemudik terjatuh di depan Pos Penyekatan Bundaran Kepuh, Jalan Raya Lingkar Luar Karawang, Sabtu (8/5/2021). Ratusan pemudik tetap menerobos hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang.KOMPAS.COM/FARIDA Pemudik terjatuh di depan Pos Penyekatan Bundaran Kepuh, Jalan Raya Lingkar Luar Karawang, Sabtu (8/5/2021). Ratusan pemudik tetap menerobos hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang.

Kurangnya antisipasi potensi bahaya pada saat berkendara dapat menjadi faktor yang menyebabkam kecelakaan di jalan raya. Untuk itu pahami faktor potensi bahaya yang ada dan berusaha untuk menghindarinya.

Baca juga: Ini Kode yang Dilakukan Kru Bus AKAP Saat Ada Pencopet di Kabin

“Potensi bahaya di jalan raya itu banyak. Paling penting pengendara harus bisa memprediksi setiap situasi yang kira-kira berbahaya di jalan raya,” kata Agus.

Terakhir, pengendara diimbau untuk tetap taat peraturan lalu lintas untuk menghindari potensi bahaya di jalan raya.

Misalnya tidak melawan arus dan tidak berhenti di tempat yang dilarang untuk berhenti. Karena pemasangan rambyu lalu lintas sudah diperhitungkan resikonya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.