Begini Sikap yang Benar Ketika Menemukan Kendaraan Lawan Arah

Kompas.com - 28/05/2021, 11:02 WIB
Pengendara motor di India menjadi viral dan menuai pujian setelah tidak bergerak ketika ada bus yang melawan arus. Twitter/@TheGhostRider31 via Gulf NewsPengendara motor di India menjadi viral dan menuai pujian setelah tidak bergerak ketika ada bus yang melawan arus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini sering beredar video tentang kendaraan menghadang kendaraan lain yang melawan arah. Bahkan sampai meminda mundur dan kembali ke jalurnya.

Bukan tanpa alasan, pengendara biasanya melakukan hal ini karena merasa hak jalannya diambil oleh kendaraan lain. Selain itu, kendaraan yang mengambil lajur salah biasanya menghindari kemacetan dan tidak sabar untuk menunggu.

Baca juga: Segera Meluncur, Harga Daihatsu Rocky 1.2 Lebih Murah dari 1.0 Turbo

Menanggapi hal ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, jangan sampai hal tersebut dilakukan dengan sembrono.

Kondisi seperti menghentikan kendaraan lain juga dapat dikatakan sebagai awal mula dalam memicu masalah lain.

"Kalau kendaraan yang melawan arah berjalan pelan kemudian kita hentikan bahkan menyuruh putar balik, masih bisa dia berhenti. Tapi kalau bergerak dengan cepat maka itu akan menjadi satu kekonyolan," kata Jusri kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2021).

Tangkapan layar angkot dipaksa mundur Jimny@offroad_viral Tangkapan layar angkot dipaksa mundur Jimny

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi kalau kendaraan yang dihadang merupakan kendaraan besar. Perlu diketahui, kendaraan besar tidak dengan mudah akan berhenti ketika di rem. Masih ada beban yang menahan kendaraan dan butuh waktu untuk kendaraan berhenti.

"Jadi sebaiknya, memberikan tanda terlebih dahulu. Kalau kita menjumpai orang dengan perilaku tidak aman seperti itu, lebih baik kita fokus terlebih dahulu dengan keselamatan kit," kata Jusri.

Baca juga: Marc Marquez Ungkap Masalah Honda di Musim Ini

Jika tidak membahayakan atau tidak menimbulkan konflik atau masalah mungkin tidak apa-apa. Tapi lebih baik dipikirkan terlebih dahulu matang-matang.

Jusri mengatakan bahwa tindakan tersebut bukanlah domain kita untuk menghentikannya.

Seorang pria nekat menghadang laju bus antar kota yang salah jalur di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik.instagram infogresik Seorang pria nekat menghadang laju bus antar kota yang salah jalur di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik.

Karena pada saat di jalan raya, pengguna kendaraan itu bukanlah polisi. Sehingga tidak bisa memprediksi apa yang terjadi setelah itu. Apabila sopir kendaraan yang dihentikan emosi, bisa jadi kendaraan kita malah yang ditabrak.

Baca juga: Ada yang Baru, Ini Ragam Pelat Nomor yang Berlaku di Indonesia

"Ya kalau misal dia mau mundur, kalu tidak, jadi orang lain di jalan raya itu kalau kita bukan polisi atau penegak hukum maka mereka berada di luar lingkaran kontrol kita," ucap Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X