Kompas.com - 25/05/2021, 08:22 WIB
Ilustrasi jalan tol. Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk.Ilustrasi jalan tol.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika sedang mengemudi di jalan tol, pasti sering melihat pengemudi yang berjalan statis di lajur kanan, padahal di depannya kosong. Pengemudi seperti ini bisa juga disebut dengan lane hogger.

Pengemudi kerap merasa paling aman berada di lajur kanan, padahal tabrakan beruntun paling sering terjadi di lajur tersebut.

Selain itu, lajur paling kanan dibuat hanya untuk mendahului, jika sudah, segera kembali ke lajur asalnya.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, kalau lane hogger sama saja dengan pengemudi yang bodoh.

Mereka punya SIM, tapi yang ada di otaknya, mengemudi itu hanya operasional, tidak mempedulikan orang lain.

Baca juga: Tidak Disarankan Sering Ganti-ganti Merek Oli Mesin

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendaraan melaju di jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono kilometer 603-604 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (9/5/2021). Pada H-4 lebaran dan hari keempat penerapan larangan mudik lebaran 2021 ruas jalan tol Trans Jawa di wilayah tersebut terpantau masih sepi dan banyak didominasi kendaraan pengangkut barang. ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.ANTARA FOTO/SISWOWIDODO Kendaraan melaju di jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono kilometer 603-604 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (9/5/2021). Pada H-4 lebaran dan hari keempat penerapan larangan mudik lebaran 2021 ruas jalan tol Trans Jawa di wilayah tersebut terpantau masih sepi dan banyak didominasi kendaraan pengangkut barang. ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.

“Bukan urusan dia kalau kelakuannya membuat orang lain terhambat, terganggu, atau sampai dengan mengalami kecelakaan,” ucap Sony kepada Kompas.com, Senin (24/5/2021).

Untuk pengemudi lainnya, jangan sampai mengikuti kelakuan lane hogger ini kalau sedang berada di jalan bebas hambatan.

Sony mengatakan, bisa memberi para lane hogger pelajaran dengan menggunakan lajur kanan hanya untuk mendahului dan konsisten di lajur kiri atau tengah.

Baca juga: Komparasi Honda City Hatchback dan Toyota Yaris, Lebih Unggul Mana?

“Jangan ikut-ikutan menjadi lane hogger untuk membalas kelakuan mereka, karena belum tentu tepat sasaran juga,” kata Sony.

Sony mengatakan, di negara maju, para lane hogger ini diberikan ketegasan dengan tilang agar jera. Harusnya di Indonesia juga bisa diterapkan, tinggal kemauan dari para petugas untuk menciptakan lalu lintas yang tertib dan ideal.

 Jalan Tol Ruas Prof. Dr. Ir. SoedijatmoDok. Jasamarga Metropolitan Tollroad Jalan Tol Ruas Prof. Dr. Ir. Soedijatmo

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X