Upaya Pertamina Kirim BBM ke Daerah Terpencil

Kompas.com - 19/05/2021, 14:42 WIB
Pertamina terus perluas layanan BBM Satu Harga di seluruh Indonesia. Dok. PertaminaPertamina terus perluas layanan BBM Satu Harga di seluruh Indonesia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada 2021, Pertamina melalui Sub Holding Commercial & Trading kembali dipercaya mengoperasikan 76 titik BBM Satu Harga tambahan untuk mewujudkan energi berkeadilan.

Hingga 17 Mei 2021, Pertamina siap uji operasi sebanyak 26 titik BBM Satu Harga, yang berarti hingga saat ini total sudah mencapai 269 total titik yang siap melayani masyarakat.

“Selama pandemi Pertamina terus bergerak mendorong percepatan pembangunan titik BBM Satu Harga,” ucap Putut Andriatno, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), dalam keterangan tertulis (19/5/2021).

Baca juga: Jakarta Kembali Perpanjang PPKM Mikro, Ganjil Genap Belum Berlaku

Pekerja agen penyalur minyak solar (APMS) memindahkan BBM jenis premium dari kapal air tractor ke dalam drum penyimpanan di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (13/11/2018). BBM satu harga merupakan program Pemerintah melalui Pertamina yang bertujuan untuk memberikan rasa keadilan energi yang nyata bagi masyarakat di perbatasan seperti di Krayan.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Pekerja agen penyalur minyak solar (APMS) memindahkan BBM jenis premium dari kapal air tractor ke dalam drum penyimpanan di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (13/11/2018). BBM satu harga merupakan program Pemerintah melalui Pertamina yang bertujuan untuk memberikan rasa keadilan energi yang nyata bagi masyarakat di perbatasan seperti di Krayan.

"Koordinasi dan survei untuk titik target BBM Satu Harga juga terus kami lakukan agar target kami 500 titik BBM Satu Harga di tahun 2024 dapat tercapai,” kata Putut.

Menurutnya, Pertamina terus berkomitmen mendistribusikan energi ke titik BBM Satu Harga yang sudah beroperasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam menyalurkan energi ke titik BBM Satu Harga, Pertamina menggunakan seluruh moda transportasi yang paling optimal baik darat, udara, laut atau sungai maupun kombinasi dari seluruh moda tersebut.

Baca juga: Ini Titik Dongkrak Mobil yang Aman dan Benar

Pesawat Air Tractor AT 802 adalah pesawat yang menyalurkan BBM untuk 2 (dua) SPBU wilayah 3T di Kecamatan Krayan Selatan, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. (Dok. Pertamina) Pesawat Air Tractor AT 802 adalah pesawat yang menyalurkan BBM untuk 2 (dua) SPBU wilayah 3T di Kecamatan Krayan Selatan, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara.

Selain kondisi geografis yang beragam, waktu tempuh yang lama juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi. Wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar) memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Misalnya pengiriman BBM di Ilaga, Papua, harus menggunakan pesawat air tractor yang mengangkut 2.500 liter sekali jalan, karena lokasinya berada di ketinggian 2.280 meter dari permukaan laut.

Penggunaan jalur udara juga dilakukan sebelum menggunakan jalur darat untuk mendistribusikan BBM di Krayan dan Semaring, Kalimantan Utara, yang terletak di perbatasan Malaysia.

Baca juga: Kupas Tuntas Hyundai Palisade dan Mazda CX-9, Mana yang Lebih Unggul?

Sejumlah truk pengangkut BBM dari TBBM Nabire melintasi kawasan hutan menuju sejumlah daerah pedalaman di antaranya dogiyai, paniai hingga yang terjauh Kampung Obano di Papua, Rabu (28/11/2018). Meski dengan upaya distribusi yang tidak mudah, program BBM satu harga menjadi sangat vital bagi masyarakat pedalaman Papua guna mendukung berbagai aktivitas mereka.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Sejumlah truk pengangkut BBM dari TBBM Nabire melintasi kawasan hutan menuju sejumlah daerah pedalaman di antaranya dogiyai, paniai hingga yang terjauh Kampung Obano di Papua, Rabu (28/11/2018). Meski dengan upaya distribusi yang tidak mudah, program BBM satu harga menjadi sangat vital bagi masyarakat pedalaman Papua guna mendukung berbagai aktivitas mereka.

Sementara itu di Paniai, Papua, awak mobil tangki harus melewati medan berat sejauh 300 kilometer dan menyeberang ke Dermaga Obano. Dibutuhkan waktu 13 jam perjalanan jika cuaca sedang bersahabat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.