Syarat Ajukan SIM D untuk Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 19/05/2021, 13:12 WIB
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat menyaksikan layanan pembuatan SIM D bagi penyandang disabiitas di Satpas Polresta Malang Kota. KOMPAS.COM/Dok. Kombes Pol Leonardus SimarmataKapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat menyaksikan layanan pembuatan SIM D bagi penyandang disabiitas di Satpas Polresta Malang Kota.

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini di jalan raya, sering terlihat pengendara motor roda tiga yang dimodifikasi dari motor biasa. Pengguna dari motor ini biasanya adalah para penyandang disabilitas.

Walaupun memiliki keterbatasan fisik, mereka juga berusaha untuk tetap bisa beraktivitas layaknya orang biasa. Namun, jika mengendarai kendaraan bermotor di jalan, tentunya harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus yang hendak berkendara sendiri harus membuat SIM golongan D.

Baca juga: Sudah Bisa Dipesan, Ini Harga Maung Pindad Versi Sipil

Penyandang cacat sedang melakukan ujian praktik utuk syarat pengambilan SIM D.Kompas.com-Vitalis Yogi Trisna Penyandang cacat sedang melakukan ujian praktik utuk syarat pengambilan SIM D.

Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, pasal 242, disebutkan baik pemerintah pusat maupun daerah, serta perusahaan angkutan umum wajib memberikan perlakuan khusus di bidang lalu lintas dan angkutan jalan kepada penyandang cacat, usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkendara dan memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia ialah hak seluruh masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas.

Baca juga: Kupas Tuntas Hyundai Palisade dan Mazda CX-9, Mana yang Lebih Unggul?

Namun perlu diperhatikan, ketika mau membuat SIM D, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Ada beberapa tes yang harus dilakukan, seperti pemohon harus melewati tahap-tahap proses pembuatan SIM sesuai dengan Persyaratan Pemohon SIM Pasal 217 (1) PP 44/93, yakni;

1. Permohonan tertulis
2. Bisa membaca dan menulis
3. Memiliki pengetahuan peraturan lalu lintas jalan dan teknik dasar kendaraan bermotor.
4. Batas usia
• 17 Tahun untuk SIM Golongan A
• 20 Tahun untuk SIM Golongan BI/BII
5. Terampil mengemudikan kendaraan bermotor
6. Sehat jasmani dan rohani
7. Lulus ujian teori dan praktik.

Adapun biaya pembuatan SIM D, pemohon dikenakan tarif Rp 50.000 dan untuk perpanjangannya ialah Rp 30.000.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.