Mengapa Sabuk Pengaman Melingkar pada Bahu dan Pinggang

Kompas.com - 19/05/2021, 09:42 WIB
Bersihkan seat belt acijogja.comBersihkan seat belt

JAKARTA, KOMPAS.com - Sabuk pengaman atau seat belt menjadi fitur pengamanan utama dalam berkendara.

Saat terjadi kecelakaan, peranti keselamatan ini bekerja menahan badan agar tidak terempas dari tempat duduk.

Penggunaan sabuk pengaman sebenarnya sudah tertuang dalam Undang-Undang LLAJ Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LJAL).

Peraturan tersebut menerangkan tentang fungsi sabuk pengaman yang dapat membantu pengguna kendaraan untuk memperkecil risiko terjadinya luka akibat kecelakaan.

Baca juga: Kapan Kampas Rem Mobil Harus Diganti? Ini Cara Mengeceknya

Namun, sayangnya saat ini masih banyak pengemudi dan terutama penumpang di bagian belakang yang masih enggan menggunakan sabuk pengaman.

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana kembali mengingatkan kembali fungsi dan kegunaan sabuk pengaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Sony, sabuk pengaman pada mobil umumnya terdiri atas dua poin, yaitu lap belt (melingkar di pinggang) dan shoulder belt (menyilang dari bahu ke pinggang).

Ilustrasi kecelakaan tanpa seat belt belakangtheaustralian.com.au Ilustrasi kecelakaan tanpa seat belt belakang

“Lap belt berfungsi untuk menyangga tulang pinggul, sedangkan shoulder belt berfungsi untuk menyangga tulang bahu. Kedua tulang tersebut merupakan tulang yang terkuat di struktur tubuh manusia,” ujar Sonny belum lama ini kepada Kompas.com.

Sehingga, ketika menerima benturan saat terjadi kecelakaan, diharapkan sabuk pengaman tersebut mampu menahan tubuh melalui tulang tersebut agar tetap pada posisi di bangkunya.

Selain itu, Sony menambahkan, posisi duduk pengemudi selama ini yang mengartikan "posisi santai" adalah hal yang salah.

Baca juga: Berikut Proses Klaim Asuransi Kecelakaan ke Jasa Raharja

Menurutnya, yang benar adalah posisi duduk yang sempurna, yaitu fokus dan waspada dalam mengoperasikan kendaraan dan melihat potensi yang berbahaya selama perjalanan tiga atau empat jam.

“Lebih dari itu badan akan memberikan tanda seperti lelah atau pegal, dalam kondisi ini pengemudi wajib beristirahat,” kata dia.

Sony juga menegaskan, ketika penggunaan sabuk pengaman tidak benar atau pengemudi dan penumpang menyepelekannya, artinya mereka mengancam diri keselamatan diri saat terjadi kecelakaan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.