Larangan Mudik 2021 Diklaim Efektif Tekan Jumlah Pemudik

Kompas.com - 16/05/2021, 11:21 WIB
Pemudik memindahkan sepeda motor ke lajur kiri saat terjebak kemacetan ketika melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras. WAHYU PUTRO APemudik memindahkan sepeda motor ke lajur kiri saat terjebak kemacetan ketika melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan, ada sekitar 1,5 juta masyarakat yang tetap melakukan mudik meski sudah dilarang.

Meski demikian jumlah tersebut berkurang jauh dari hasil survei mitigasi dan antisipasi sebelumnya yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga: Jadwal MotoGP Prancis 2021, Dominasi Pebalap Tuan Rumah

Satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah, pos penyekatan di pintu Suramadu sisi Surabaya dipenuhi dengan pengendara sepeda motor yang hendak melaju ke arah Madura, Rabu (12/5/2021).KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah, pos penyekatan di pintu Suramadu sisi Surabaya dipenuhi dengan pengendara sepeda motor yang hendak melaju ke arah Madura, Rabu (12/5/2021).

“Dalam survei yang kami lakukan, masyarakat kalau dibiarkan 33 persen akan mudik. Kalau dilarang turun jadi 11 persen. Pada saat pelarangan, saat kampanye dilakukan, turun lagi jadi 7 persen," katanya dalam dalam konferensi pers virtual BNPB, Sabtu (15/5/2021).

Jumlah tujuh persen itu diperkirakan sebanyak 18 juta orang. Namun dengan berbagai aksi yang dilakukan, maka jumlah tersebut turun menjadi 1,5 juta orang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah itu kita lakukan aksi-aksi yang dilakukan oleh kementerian/lembaga termasuk oleh Polri, maka turun lagi. Menurut catatan kami, 1,5 juta pemudik," katanya.

Baca juga: Mobil Pejabat Tidak Mau Diputar Balik, Ingat Lagi Begini Sanksi Mudik

Kendaraan yang melintasi penyekatan di jalan tol saat larangan mudik Lebaran 2021JASA MARGA Kendaraan yang melintasi penyekatan di jalan tol saat larangan mudik Lebaran 2021

Adapun untuk puncak arus balik mudik Lebaran 2021 diprediksi akan terjadi pada tanggal 16 Mei dan 20 Mei 2021.

"Kita memang memproyeksikan, kemungkinan paska balik terjadi pada 16 dan 20 Mei 2021. Karena itu kita imbau masyarakat jangan pulang di titik tanggal itu karena akan penuh," kata Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X