Meski Mudik Dilarang, Tapi 1,5 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek

Kompas.com - 15/05/2021, 09:02 WIB
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras. WAHYU PUTRO APemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski ada larangan, namun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 1,5 juta orang lebih pergi meninggalkan Jabodetabek di masa pendiadaan mudik.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, para pelaku perjalanan tersebut keluar menujuabeberapa wilayah baik yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Dar posko monitoring, kami mendapat data 1,5 juta orang lebih keluar dari Jabodetabek. Mereka menuju ke beberapa wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera via Lampung khusus untuk perjalanan darat," ucap Adita dalam Konferensi Pers Antisipasi Mobilitas Penduduk Pasca-Idul Fitri 1442 di Youtube BNPB, Kamis (13/5/2021).

Baca juga: Pelanggaran Mudik Dominan Dilakukan Pengendara Sepeda Motor

Menurut Adita, dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 di beberapa wilayah, terutama Sumatera, Kemenhub bersama jajaran instansi lainnya telah sepakat untuk mengambil langkah antisipasi di masa arus balik.

Kendaraan yang melintasi penyekatan di jalan tol saat larangan mudik Lebaran 2021JASA MARGA Kendaraan yang melintasi penyekatan di jalan tol saat larangan mudik Lebaran 2021

Berdasarkan survei yang dilakukan, Adita menjelaskan bila pergerakan atau perjalanan oranga di masa pasca-Lebaran akan meningkat dari H+3 sampai H+7 atau tepatnya pada 16 sampai 20 Mei 2021.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu langkah yang akan dilakukan Kemenhub bersama Satgas Covid-19 serta TNI dan Polri, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda), adalah meningkatkan random testing bagi pelaku perjalanan, khususnya di darat.

Baca juga: H-1 Lebaran, 431.768 Kendaraan Telah Melintas di Tol Trans-Sumatera

"Peningkatan random testing akan kami lakukan kepada pengguna angkutan jalan baik roda dua atau roda empat pribadi, yang nantinya akan menggunakan ragam akses jalan. Mulai dari tol, arteri, dan jalan kecil lainnya," ucap Adita.

Penyekatan Mudik di CikampekJASA MARGA Penyekatan Mudik di Cikampek

"Karena Sumatera cenderung mengalamai peningkatan kasus, kami juga akan melakukan wajib testing antigen atau GeNose di pintu pelabuhan Bakauheni," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X