Meski Mudik Dilarang, Tapi 1,5 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek

Kompas.com - 15/05/2021, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski ada larangan, namun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 1,5 juta orang lebih pergi meninggalkan Jabodetabek di masa pendiadaan mudik.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, para pelaku perjalanan tersebut keluar menujuabeberapa wilayah baik yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Dar posko monitoring, kami mendapat data 1,5 juta orang lebih keluar dari Jabodetabek. Mereka menuju ke beberapa wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera via Lampung khusus untuk perjalanan darat," ucap Adita dalam Konferensi Pers Antisipasi Mobilitas Penduduk Pasca-Idul Fitri 1442 di Youtube BNPB, Kamis (13/5/2021).

Baca juga: Pelanggaran Mudik Dominan Dilakukan Pengendara Sepeda Motor

Menurut Adita, dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 di beberapa wilayah, terutama Sumatera, Kemenhub bersama jajaran instansi lainnya telah sepakat untuk mengambil langkah antisipasi di masa arus balik.

Kendaraan yang melintasi penyekatan di jalan tol saat larangan mudik Lebaran 2021JASA MARGA Kendaraan yang melintasi penyekatan di jalan tol saat larangan mudik Lebaran 2021

Berdasarkan survei yang dilakukan, Adita menjelaskan bila pergerakan atau perjalanan oranga di masa pasca-Lebaran akan meningkat dari H+3 sampai H+7 atau tepatnya pada 16 sampai 20 Mei 2021.

Salah satu langkah yang akan dilakukan Kemenhub bersama Satgas Covid-19 serta TNI dan Polri, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda), adalah meningkatkan random testing bagi pelaku perjalanan, khususnya di darat.

Baca juga: H-1 Lebaran, 431.768 Kendaraan Telah Melintas di Tol Trans-Sumatera

"Peningkatan random testing akan kami lakukan kepada pengguna angkutan jalan baik roda dua atau roda empat pribadi, yang nantinya akan menggunakan ragam akses jalan. Mulai dari tol, arteri, dan jalan kecil lainnya," ucap Adita.

Penyekatan Mudik di CikampekJASA MARGA Penyekatan Mudik di Cikampek

"Karena Sumatera cenderung mengalamai peningkatan kasus, kami juga akan melakukan wajib testing antigen atau GeNose di pintu pelabuhan Bakauheni," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.