Risiko Bonceng Anak Kecil dengan Sepeda Motor Saat Perjalanan Jauh

Kompas.com - 14/05/2021, 17:15 WIB
Sejumlah petugas Kepolisian memutarbalikkan pemudik motor yang akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah petugas Kepolisian memutarbalikkan pemudik motor yang akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah secara resmi telah memberlakukan larangan mudik Lebaran sejak 6 hingga 17 Mei 2021.

Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang tetap nekat untuk melakukan perjalanan mudik, dan itu didominasi oleh pengendara sepeda motor.

Parahnya lagi, tidak sedikit dari mereka yang membawa anak kecil saat mengendarai sepeda motor.

Bahkan, sebagian orang tua sudah menganggap bila hal tersebut sesuatu yang wajar untuk dilakukan, walaupun sebetulnya mereka sudah tahu risiko yang dihadapi.

Baca juga: H-1 Lebaran, 431.768 Kendaraan Telah Melintas di Tol Trans Sumatra

Para orang tua seakan mengabaikan sisi keselamatan bagi anak ketika berkendara. Contoh paling sederhanya yang kerap ditemui sehari-hari seperti membonceng anak di posisi depan dan berdiri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menyikapi kondisi ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, sangat menyayangkan hal-hal tersebut.

Menurut Jusri, masalah ini memang sudah menjadi sebuah cerita klasik yang semakin lama dibiarkan dan kini telah menjadi kebiasaan.

Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.

“Agak sulit memang membicarakan karena hal ini sedari awal sudah terlanjur dibiarkan. Sebagian masyarakat, dalam hal ini tentunya orang tua, mungkin sudah menjadi hal yang biasa dan mereka seakan menutup mata terhadap efek terburuknya, padahal itu adalah buah hatinya sendiri,” kata Jusri saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Jusri menambahkan, sudah cukup banyak kecelakaan lalu lintas fatal dari roda dua yang melibatkan anak di bawah umur, bahkan balita saat sedang dibonceng.

Sayangnya, jarang ada yang mengekspos insiden-insiden tersebut sehingga tak memberikan suatu perubahan pola pikir.

Baca juga: Cuci Mobil Pakai Alat Hidrolik Bikin Spooring Berubah, Mitos atau Fakta?

Selain dari sisi fatalitas, dampak yang jarang dipedulikan oleh orang tua adalah dari segi kesehatan anak.

Perlu diketahui dengan menempatkan anak pada posisi depan baik berdiri atau pun duduk sama saja menjadikan anak sebagai tameng dari angin atau sesuatu hal lainnya yang bisa saja terlempar saat berkendara, belum lagi jika ada musibah yang tidak terduga.

“Menempatkan anak di jok depan sangat tidak dibenarkan dalam aspek keselamatan lalu lintas, baik untuk pengendara mobil atau motor. Dalam konteks kecelakaan, menempatkan anak kecil apalagi balita di depan adalah bentuk kelalaian yang tidak bisa ditolerasi,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X