Ban Mobil Sering Dalam Kondisi Kempis, Begini Efeknya

Kompas.com - 14/05/2021, 10:15 WIB
Ban kempis setelah meledak shutterstockBan kempis setelah meledak
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang menempel ke jalan. Tak heran ban memiliki peran yang amat vital buat keselamatan berkendara.

Karena pentingnya fungsi ban, kondisi karet pembungkus pelek ini mesti dijaga dengan baik. Salah satunya dengan memberikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.

Pasalnya, kondisi angin pada ban bisa berkurang, terutama jika mobil lebih sering diparkir dan jarang dipakai.

Baca juga: Ban Masih Bagus Walaupun Sudah 5 Tahun, Tapi Amankah Dipakai?

Ban mobil GetasKompas.com/Fathan Radityasani Ban mobil Getas

Zulpata Zainal, On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk, mengatakan, kerusakan ban sangat bisa terjadi jika ban terlalu lama dibiarkan kempis.

“Kalau sampai dalam waktu yang lama ban dibiarkan kempis bisa saja rusak. Sementara ban tersebut masih harus memanggul bodi mobil yang cukup berat” ujar Zulpata, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, dalam kondisi parah, kerusakan yang terjadi adalah pada permukaan telapak ban akan menjadi flat. Dia mengistilahkan kondisi ini adalah flat spot, yakni sebagian telapak ban menjadi pipih.

Baca juga: Ramai Lagi Bus Single Glass, Apa sih Kelebihannya?

dinding ban sobekKompas.com/Fathan Radityasani dinding ban sobek

“Dalam waktu yang lama kondisi tertentu akan mendekati permanen, jadi kalau dipakai akan lebih terasa getaran,” ucap Zulpata.

Selain itu, kerusakan karena ban kempis juga bisa terjadi pada bagian dinding ban. Ban yang kekurangan tekanan udara atau bahkan kempis dipaksa menopang beban mobil akan membuat dinding ban retak-retak.

“Apabila kendaraan diparkir di tempat yang kadang kering kadang kehujanan, secara waktu yang lama, sehingga terjadi kerusakan ozone crack, yaitu munculnya garis-garis rambut di sekeliling dinding samping ban,” kata Zulpata.

Ia menambahkan, kerusakan tersebut terjadi karena adanya proses kimia yang disebabkan karena ban terpapar cuaca panas dan hujan, ditambah tekanan udara yang kurang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X