Kepala Mekanik Baru, Rossi Jadi Tak Paham Setting Motornya

Kompas.com - 11/05/2021, 11:02 WIB
Pebalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, pada seri MotoGP Spanyol 2021 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, 30 April-2 Mei 2021. AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOUPebalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, pada seri MotoGP Spanyol 2021 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, 30 April-2 Mei 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Valentino Rossi belum tampil kompetitif sejak mengganti kepala mekaniknya musim lalu. Di musim ini, prestasi terbaiknya bahkan hanya finis di urutan ke-12.

Sejak musim lalu, kepala mekanik Rossi berganti menjadi David Munoz dari Silvano Galbusera (Galbi). Munoz sendiri belum punya pengalaman sebelumnya di kelas utama.

Banyak yang meyakini Rossi dan kepala mekaniknya membuat terlalu banyak ubahan pada YZR-M1. Tapi, Rossi mengaku tidak mengetahui detail apa yang terjadi pada motornya.

Baca juga: Klasemen MotoGP 2021, Bagnaia Salip Quartararo, Rossi Ketiga Terbawah

"Saya tidak tahu. Kami sudah bicara pada David tentang hal ini. Cara bekerja sedikit berbeda dengan David dibandingkan dengan Galbi," ujar Rossi, dikutip dari Speedweek.com, Senin (10/5/2021).

Valentino Rossi saat balapan di seri pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, QatarDavid Goldman Valentino Rossi saat balapan di seri pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rossi menambahkan, dengan Galbi, dirinya sama-sama sering melihat data bersama dan juga pada apa yang dilakukan pebalap Yamaha lainnya. Dia tahu banyak tentang setting motor.

"Tapi, David bilang pada saya, saya harus lebih berkonsentrasi pada balapan. Sebab, caranya bekerja berbeda. Kami mencobanya. Saya tidak tahu pasti apa yang terjadi pada motor ketika bicara soal set up atau setidaknya saya lebih tahu sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Rossi.

Baca juga: Rossi Amini Kemungkinan Pindah ke Aramco Racing Team VR46

Menurut Rossi, ban Michelin sangat soft dan untuk itu mungkin saja butuh gaya balap yang berbeda atau setting berbeda. Rossi pun penasaran hasil dari strategi tersebut.

"Sebab, pada akhirnya bannya sama untuk semua orang dan yang lain berhasil mengelolanya," ujar Rossi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.