Resmi Dilarang Polisi, Ini Kata Komunitas Patwal Ambulans Sipil

Kompas.com - 07/05/2021, 14:38 WIB
Komunitas motor pengawal ambulans, Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Instagram @IEA_DepokKomunitas motor pengawal ambulans, Indonesia Escorting Ambulance (IEA)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sering kali terlihat pengendara motor yang mengawal ambulans untuk membelah kemacetan di kota-kota besar, salah satunya Depok. Namun, aksi relawan ini justru dianggap meresahkan.

Komunitas pengawal ambulans sipil ini bernama Indonesia Escorting Ambulance (IEA). Komunitas ini sudah memiliki banyak anggota di beberapa daerah.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Metro Depok AKBP Andi Indra Waspada, mengatakan, ada laporan masyarakat yang merasa resah dengan pengawal sipil ini. Pengawal sipil ini dirasa terlalu arogan bahkan melebihi Patwal dari kepolisian.

Baca juga: Dianggap Meresahkan, Patwal Ambulans Sipil Dilarang di Depok

"Kita sudah mengkomunikasikan kepada seluruh kepala rumah sakit yang ada di wilayah Kota Depok lewat surat. Jika ingin melakukan pengawalan Polisi, bisa menghubungi nomor yang tertera di surat tersebut," ujar Indra, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (7/5/2021).

Ilustrasi pengawal ambulans resmi di luar negeri.LOIC VENANCE Ilustrasi pengawal ambulans resmi di luar negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indra menambahkan, jika di lapangan bertemu pengawal ambulans sipil, langsung ditindak oleh kepolisian, diamankan kendaraannya. Pengawalan ambulans akan diambil alih oleh Polisi dan diantar sampai tujuan.

Korwil IEA Kota Depok Sebastian, mengatakan, tentang masalah larangan pengawalan sendiri, dirinya dan tim harus terima dengan kebijakan polisi.

"Namun, di satu sisi sikap dan tindakan kita melakukan pengawalan untuk membantu kelancaran ambulans agar pasien cepat tiba di rumah sakit wilayah Depok maupun di luar Depok. Sekaligus membantu tugas polisi, karena masih banyak masyarakat yang tidak peka terhadap ambulans," kata Sebastian.

Baca juga: Alasan Komunitas Kawal Ambulans Beroperasi di Tengah Pengguna Jalan

Namun, Sebastian menambahkan, pihaknya dalam melakukan pengawalan tetap harus menghormati pengendara lainnya dan tidak arogan.

Selain itu, pihaknya membantu juga karena ada permintaan dari supir ambulans yang merasa terbantu.

Komunitas motor pengawal ambulans, Indonesia Escorting Ambulance (IEA)Instagram @IEA_Depok Komunitas motor pengawal ambulans, Indonesia Escorting Ambulance (IEA)

"Kami pun ada grupnya untuk koordinasi. Kami Insya Allah selalu siap kapan pun driver info dan rujukan ke mana pun," ujar Sebastian.

Sebastian mengatakan, pihaknya juga kebingungan dengan pernyataan yang menyebutkan pengawal ambulans sipil meresahkan dan dilarang di Depok.

"Dari Kapolda mengizinkan, asal tidak arogan. Lalu, mengapa di Depok seketika langsung membuat aturan larangan escort. Itu sih yang saya lagi cari tahu kenapa," kata Sebastian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.