Mobil Tabrak Bagian Belakang Truk, Pahami Lagi Pentingnya Jaga Jarak Aman

Kompas.com - 01/05/2021, 18:02 WIB
Tangkapan layar kecelakaan mobil travel tabrak pantat dump truk di Cileunyi, Bandung pada Sabtu (1/5/2021) Akun Facebook Karjrot Mbonjrot Kocar KacirTangkapan layar kecelakaan mobil travel tabrak pantat dump truk di Cileunyi, Bandung pada Sabtu (1/5/2021)

BANDUNG, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil travel dengan dump truck di daerah Cileunyi, Bandung pada Sabtu (1/5/2021). Mobil travel menabrak pantat dump truck dari belakang.

Berkaca pada kecelakaan tersebut, perlu dipahami kembali pentingnya menjaga jarak aman antar kendaraan saat sedang berkendara.

Jaga jarak aman ini bukan hanya berlaku untuk mobil, melainkan juga pengendara motor. Masih sering terlihat, para pengguna jalan tidak menjaga jarak dengan kendaraan di depan mereka.

Baca juga: Deretan Mobil Bekas yang Harganya Stabil di Tengah Pandemi

 

Marcell Kurniawan selaku Training Director The Real Driving Centre mengatakan bahwa ada beberapa keuntungan saat menjaga jarak aman ketika mengemudi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pertama, kita akan memiliki jarak reaksi dan jarak berhenti yang cukup. Sehingga kita bisa berhenti tepat waktu dan jarak. Dengan jarak berhenti yang tepat, pengemudi tidak menabrak mobil di depannya,” kata Marcell saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jaga jarak aman juga menghindarkan pengemudi dari potensi ditabrak dari belakang. Meskipun kendaraan di belakang tidak menjaga jarak, risiko kecelakaan bisa diminimalisir.

Baca juga: 3 Mei 2021 Honda Luncurkan Mobil Baru, Mobilio, BR-V, atau WR-V?

Ilustrasi jaga jarak aman 3 detikivanhumphrey.blogspot Ilustrasi jaga jarak aman 3 detik

“Jadi kalau ada orang yang tidak menjaga jarak aman di belakang kita, dia akan tidak kaget jika kita mengerem dengan halus,” kata Marcell.

Jusri Pulubuhu selaku Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting menambahkan, jarak aman berkendara di berbagai negara umumnya dihitung dari kombinasi waktu persepsi dan mekanikal.

"Dalam kondisi ideal untuk mobil kecil jarak yang harus diantisipasi dua sampai tiga detik, tapi kalau bus dan kendaraan besar itu lima sampai delapan detik dalam kondisi ideal," ungkap Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X