Ada Larangan Mudik, Polisi Awasi Ketat Tempat Wisata

Kompas.com - 30/04/2021, 08:22 WIB
Sejumlah polisi saat melakukan pemeriksaan di check point Bundaran Waru Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (29/4/2021) KOMPAS.COM/GHINAN SALMANSejumlah polisi saat melakukan pemeriksaan di check point Bundaran Waru Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (29/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama masa larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada 6-17 Mei 2021, polisi bakal mengawasi ketat tempat wisata yang berpotensi menciptakan kerumunan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono, mengatakan, hal ini dilakukan sesuai dengan yang tercantum dalam surat edaran (SE) dari Satgas Covid-19.

Menurut Istiono, pengawasan dilakukan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski sedang berwisata.

Baca juga: Hyundai Kona N Resmi Meluncur, Crossover dengan Mesin Turbo

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono bersama jajaran saat meninjau pospam Faroka dalam menghadapi mudik Lebaran 2021 di Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono bersama jajaran saat meninjau pospam Faroka dalam menghadapi mudik Lebaran 2021 di Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021).

“Termasuk mobilitas ke tempat wisata ini di Jawa Timur hanya wisata di area-area saja, tidak boleh keluar dari areanya,” ujar Istiono, dalam keterangan tertulis (29/4/2021).

“Di tempat-tempat kabupaten juga menerapkan karantina selama lima hari bila ditemukan orang-orang yang terjangkit Covid-19. Kami awasi ketat tempat wisata ini,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Istiono menambahkan, dibukanya tempat wisata juga dikhususkan untuk turis lokal dengan pengawasan ketat.

Baca juga: Honda Tebar Sinyal Mobil Baru, World Premiere Pekan Depan

Tempat wisata bernama Desa Wisata Bilebante di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (dok. GoMandalika.com | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah)dok. GoMandalika.com | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah Tempat wisata bernama Desa Wisata Bilebante di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (dok. GoMandalika.com | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah)

Ia mendukung kebijakan pemerintah yang menginginkan agar ekonomi tetap berjalan, namun sejalan dengan itu kesehatan juga perlu diperhatikan selama lebaran.

"Kami gelar swab antigen gratis di tempat wisata. Jadi ini penting ya, tempat wisata kami kelola hanya untuk lokal saja. Kalau ada dari luar wilayah itu ya tidak boleh. Nanti akan diatur kebijakan oleh wali kota atau gubernur,” ucap Istiono.

Istiono juga mengatakan, terdapat lima titik penyekatan di daerah Jawa Timur yang disiapkan untuk menghalau pemudik.

Baca juga: Berapa Jarak yang Bisa Ditempuh Saat Indikator Bensin Sudah Kosong?

Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Penyekatan di lokasi yang berbatasan dengan wilayah Cianjur ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Penyekatan di lokasi yang berbatasan dengan wilayah Cianjur ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.

Selain itu, dia berharap, kesadaran masyarakat untuk turut membantu dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

"Masyarakat diminta untuk tidak mudik terlebih dahulu. Operasi ketupat adalah operasi kemanusiaan,” kata Istiono.

“Tindakan di lapangan adalah persuasif dan humanis. Bila terjadi peningkatan Covid-19 di lapangan harus cepat dilakukan langkah-langkah harus berpedoman pada keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” ucap jenderal polisi bintang dua itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X