Kota Bogor Berencana Ganti Angkot dengan Bus Listrik

Kompas.com - 28/04/2021, 16:01 WIB
Bus listrik medium Inka E-Inobus KOMPAS.com/SETYO ADIBus listrik medium Inka E-Inobus
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk membenahi semrawutnya angkutan kota (angkot) dan kemacetan di Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan skema buy the service yang diinisiasi Kementerian Perhubungan.

Bima Arya, Wali Kota Bogor, mengatakan, sebagai awalan pihaknya akan memulai dengan proyek bus listrik.

Menurutnya, rencana ini sedang digodok bersama pihak-pihak terkait, terutama dalam mewujudkan green transportation.

Baca juga: Bocoran Mesin 1.200 cc Toyota Raize, Tenaga dan Torsi Lebih Besar

Bus listrik medium Inka E-InobusKOMPAS.com/SETYO ADI Bus listrik medium Inka E-Inobus

“Jadi bus-bus awal dalam skema buy the service ini kita ingin sekali menggunakan bus listrik, tidak lagi bahan bakar premium,” ujar Bima, dalam webinar yang disiarkan Youtube BPTJ 151 (28/4/2021).

“Karena kalau kita tidak mulai dari sekarang, ke sananya sulit lagi tantangannya," kata dia.
Dipilihnya bus listrik tentu akan menyedot anggaran yang cukup besar, apalagi harga bus listrik saat ini masih terbilang mahal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, Bima mengatakan, bahwa proyek itu dapat terealisasi dengan penyesuaian anggaran dan perencanaan.

Baca juga: Kebiasaan Sepele Ini Bikin Kopling Mobil Manual Cepat Habis

Sejumlah penumpang terlantar di Simpang Tugu Kujang, Kota Bogor, Rabu (27/04/2016). Para sopir angkutan perkotaan di Kota Bogor melakukan aksi unjuk rasa dan sweeping sebagai bentuk penolakan penerapan kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Bogor.KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Sejumlah penumpang terlantar di Simpang Tugu Kujang, Kota Bogor, Rabu (27/04/2016). Para sopir angkutan perkotaan di Kota Bogor melakukan aksi unjuk rasa dan sweeping sebagai bentuk penolakan penerapan kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Bogor.

"Kita sedang dalam tahap pembahasan bersama beberapa mitra potensial, rasanya tahun-tahun ini bisa turun ke jalan semua bus listrik dalam skema buy the service,” ucap Bima.

“Saya kira ini akan menjadi daya tarik mungkin untuk program green transportation ini berjalan dengan baik," tuturnya.

Untuk diketahui, Skema Pembelian Layanan (Buy The Service) merupakan salah satu program pemerintah pusat.

Baca juga: Biar Tidak Kena Tipu, Begini Cara Deteksi Mobil Bekas Kecelakaan

Arus lalu lintas di sekitar lokasi Mall Boxies 123 mengalami kemacetan di Jalan Raya Tajur, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/1/2020).KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Arus lalu lintas di sekitar lokasi Mall Boxies 123 mengalami kemacetan di Jalan Raya Tajur, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/1/2020).

Program ini merupakan pelayanan di bidang transportasi angkutan massal perkotaan, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui operator angkutan umum.

Pemerintah akan memberikan subsidi biaya operasional kendaraan sebesar 100 persen agar Standar Pelayanan Minimal (SPM) terjamin, sehingga masyarakat dapat menikmati fasilitas secara maksimal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X