Alasan Kenapa Kemacetan Jakarta pada Bulan Puasa Lebih Parah

Kompas.com - 28/04/2021, 03:02 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). Underpass Mampang Prapatan-Kuningan akan dibangun sepanjang kurang lebih 800 meter dengan lebar 20 meter atau empat lajur jalan dan diproyeksikan dapat memperlancar arus kendaraan dari arah Mampang menuju Kuningan maupun sebaliknya. Proyek ini diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSejumlah kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). Underpass Mampang Prapatan-Kuningan akan dibangun sepanjang kurang lebih 800 meter dengan lebar 20 meter atau empat lajur jalan dan diproyeksikan dapat memperlancar arus kendaraan dari arah Mampang menuju Kuningan maupun sebaliknya. Proyek ini diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com – Lalu lintas jalan di DKI Jakarta selama Ramadan cenderung lebih macet ketimbang hari-hari biasanya. Menjelang waktu berbuka puasa jadi momen paling padat di jalan raya.

Berubahnya jam masuk dan pulang kantor para pekerja di Ibukota, disebut-sebut jadi penyebab kemacetan tersebut. Alasan ini diungkap oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Menurutnya, kepadatan lalu lintas pada bulan Ramadan disebabkan waktu berangkat dan pulang para pekerja yang berbarengan.

Syafrin mengatakan, selama Ramadan perkantoran umumnya menerapkan jam masuk pukul 08.00 WIB. Alhasil, pada pagi hari kepadatan mulai terasa sejak pukul 07.00 WIB.

Baca juga: Dipakai Kakorlantas Polri, Renault Twizy Jadi Mobil Polisi?

Pengendara motor berombongan mengambil jalur arah berlawan, untuk menghindari macet di Jalan Bekasi Raya, dari depan pabrik United Tractor hingga pertigaan Tipar Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/12). Suasana padat dan semerawut itu terjadi setiap jam pulang kantor. KOMPAS/Lasti Kurnia Pengendara motor berombongan mengambil jalur arah berlawan, untuk menghindari macet di Jalan Bekasi Raya, dari depan pabrik United Tractor hingga pertigaan Tipar Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/12). Suasana padat dan semerawut itu terjadi setiap jam pulang kantor.

“Biasanya pagi hari orang berangkat jam 5-6, sekarang semuanya berangkat jam 7,” ujar Syafrin, dalam keterangannya, Selasa (27/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi ini menyebabkan distribusi arus lalu lintas yang sebelumnya berada di rentang pukul 05.00 sampai 07.00 WIB, tidak ada lagi pada bulan Ramadan.

“Sehingga terjadi kepadatan yang serentak, tidak terjadi distribusi arus lalin pada jam 5 ke jam 7. Jadi semuanya numpuk di waktu yang hampir sama, karena masuk jam 8,” ucap Syafrin.

Baca juga: Kapan Ada Pebalap Indonesia di MotoGP, Ini Kata Gresini Racing

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2021). Menjelang ifthar atau buka puasa hari pertama Ramadhan 1442 Hijriyah, sejumlah pedagang telah bersiap menjajakan takjil sejak pukul 16.00 WIB.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2021). Menjelang ifthar atau buka puasa hari pertama Ramadhan 1442 Hijriyah, sejumlah pedagang telah bersiap menjajakan takjil sejak pukul 16.00 WIB.

Sementara pada sore hari, perkantoran menerapkan jam pulang pukul 15.00 WIB. Para pekerja pun beramai-ramai pulang pada waktu tersebut, untuk menyempatkan berbuka puasa di rumah.

Kepadatan lalu lintas pada pagi dan sore hari pun tidak bisa terhindarkan, lantaran mobilitas para pekerja yang bergerak bersamaan dalam satu waktu.

“Waktu-waktu inilah puncak atau peak yang sangat menimbulkan kepadatan. Tapi dari sisi jumah volume lalu lintas, peningkatannya seperti itu tadi tidak mencapai angka yang fantastis,” kata Syafrin.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.