Teknologi Kendaraan Otonom di Indonesia, Masih Eksperimen

Kompas.com - 26/04/2021, 09:02 WIB
Kendaraan otonomos Navya berkeliling di GBK Senayan saat acara Asian Games, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIKendaraan otonomos Navya berkeliling di GBK Senayan saat acara Asian Games, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.

JAKARTA, KOMPAS.comKendaraan otonom (Autonomous Vehicle) atau tanpa awak memang sedang menjadi tren di berbagai belahan dunia. Naik kendaraan otonom dianggap lebih efisien karena sudah diatur secara otomatis.

Selain itu, berbagai merek kendaraan juga menawarkan fitur otonom ini pada mobilnya, salah satunya Tesla. Di negara lain, sistem otonom ini memang sudah marak digunakan, tapi bagaimana perkembangannya di Indonesia?

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk saat ini, sistem kendaraan otonom di Indonesia masih dalam tahap eksperimen. Namun, bukan berarti Indonesia ketinggalan dalam hal teknologi ini.

Baca juga: Pahami Bahaya Menyiram Rem yang Panas dengan Air

Kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel ramaikan Asian Games 2018.KOMPAS.com / RESKA K NISTANTO Kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel ramaikan Asian Games 2018.

“Intinya, kta enggak boleh ketinggalan dalam hal teknologi (kendaraan otonom). Meskipun teknologi tersebut belum teruji coba secara luas, paling tidak Indonesia terus update dengan teknologinya,” ucap Bambang saat ditemui di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Ini 15 Jenis Kendaraan yang Boleh Melintas Selama Masa Larangan Mudik

Bambang menjelaskan, jika nantinya teknologi kendaraan otonom ini sudah layak digunakan publik atau jalan umum, semuanya sudah siap. Bahkan tim-tim periset sudah ada yang terfokus pada kendaraan otonom.

“Jadi jika sistem otonom ini sudah layak masuk ke lalu lintas publik, kita juga sudah siap,” kata Bambang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X