Masa Pandemi, MPM Latih Masyarakat Jadi Pengemudi Profesional

Kompas.com - 22/04/2021, 16:21 WIB
Program CSR MPM DOK. MPMProgram CSR MPM

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa pandemi Covid-19 di Indonesia memang menjadi momen yang sangat berat bagi sebagian orang. Beberapa perusahaan harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para karyawannya agar tetap bisa bertahan di masa pandemi.

Oleh karena itu, angka pengangguran di Indonesia pun meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Agustus 2020, jumlah pengangguran di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 2,67 juta orang.

Sebagian besar korban PHK ini pun akhirnya harus melakukan berbagai cara agar tetap mendapatkan pemasukan untuk menghidupi diri sendiri, dan keluarganya dengan melakukan alih profesi seperti berjualan secara online atau menjadi pengemudi non-profesional

Salah satu pilar Tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (“MPM”) adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan masyarakat sekitar.

Sehingga berbekal keterampilan yang diperoleh dapat meningkatkan daya saing dan kesempatan kerja yang lebih baik, atau bahkan memulai usaha sendiri. 

Baca juga: Penting Mengontrol Emosi Ketika Berkendara

Program CSR MPM
DOK. MPM Program CSR MPM

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbekal pengalaman dan keahlian yang dimiliki oleh perusahaan, MPM menggelar program “Life Skill Training Center – Kelas Mengemudi Profesional” yang diadakan dengan pemberian pelatihan dan pengembangan hard skill dan soft skill bagi para pengemudi non-profesional.

Ini diberikan agar mereka memiliki kemampuan mengemudi yang baik, patuh terhadap peraturan lalu lintas, dan beretika.

Program ini diselenggarakan selama 5 hari, tepatnya pada 22-26 Maret 2021 dan bertempat di Kawasan Sentul City, Bogor, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti tes antigen yang diberlakukan kepada seluruh peserta dan trainer sebelum kegiatan dimulai, dan tetap menggunakan masker serta menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Adapun materi yang diajarkan dalam kelas pelatihan ini terbagi menjadi 2 fokus, pertama adalah ilmu soft skill pengemudi profesional yang meliputi mindset shifting, service excellence, customer service, etika pengemudi, teknik mengemudi, disiplin lalu lintas, dan keamanan mengemudi. 

Baca juga: Indonesian Custom Show Pajang 2 Lucky Draw di IIMS Hybrid 2021

Sedangkan untuk materi hard skill, para peserta diajak untuk mempelajari pengenalan kendaraan dan penguasaan kemudi, pola berkendara yang baik, serta materi defensive driving.

Selain itu para peserta juga mendapatkan pengajaran mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), misalnya bagaimana penanganan jika menemukan korban kecelakaan yang patah tulang atau korban yang tidak sadarkan diri, termasuk juga pengetahuan mengenai teknik dan proses CPR.

GM Corporate Communication & Sustainability MPM Natalia Lusnita mengatakan, Life Skill Training Center atau LSTC merupakan salah satu program CSR andalan MPM untuk meningkatkan mutu dan keterampilan SDM, khususnya yang bekerja di sektor non-profesional maupun mereka yang belum memiliki pekerjaan. 

"Sejak tahun 2015 hingga 2019, program LSTC berfokus pada pelatihan dan pembekalan SDM untuk menjadi tenaga mekanik profesional sehingga para peserta bisa bekerja di jaringan bengkel resmi atau bahkan memiliki usaha bengkel sendiri. Kali ini, bersama dengan Entitas Anak kami yaitu MPMRent, kami menyasar kelompok pengemudi non-profesional yang komunitasnya semakin besar, yang mungkin selama ini belum pernah mendapatkan pembekalan teknik dan ilmu berkendara yang aman," ucap Natalia dalam siaran resmi yang Kompas.com terima, Kamis (22/4/2021).

Program CSR MPM

DOK. MPM Program CSR MPM

Natalia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta bisa memiliki dan mengaplikasikan skill untuk menjadi pengendara yang baik dan taat peraturan lalu lintas.

Sehingga bisa memberikan performa pelayanan yang baik bagi penumpangnya dan tentunya menjadi penunjang bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak.

Sebanyak 164 orang dari berbagai komunitas pengemudi non-profesional mendaftarkan diri untuk mengikuti program pelatihan ini.

Namun, demi keamanan bersama dan mematuhi standar prokes Covid-19, hanya 20 orang peserta terbaik yang dipilih melalui proses seleksi ketat berdasarkan kriteria persyaratan dan juga melalui interview.

Natalia menambahkan bahwa para peserta pelatihan ini berkesempatan langsung menjadi calon kandidat tenaga pengemudi di MPMRent, anak usaha MPM yang bergerak di bidang jasa transportasi dan penyewaan mobil khusus korporasi. 

Baca juga: Pembuktian Efisiensi Bahan Bakar DFSK Super Cab di Jalan Raya

“20 orang peserta pelatihan ini telah dipilih sesuai prosedur screening awal yang biasa kami lakukan ketika ingin merekrut calon tenaga pengemudi profesional untuk MPMRent dan materi yang diajarkan selama pelatihan ini juga merupakan sebagian dari materi pelatihan yang rutin kami berikan bagi para pengemudi kami,"

Oleh karena itu, data para peserta yang telah tercatat di database talent pool, ketika nanti ada kebutuhan atau lowongan driver, para peserta ini akan langsung kami panggil untuk mengikuti tahapan seleksi dan interview penerimaan sebagai pengemudi profesional di MPMRent.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X