Tikungan Sitinjau Lauik Kerap Terjadi Kecelakaan, Pahami Penyebabnya

Kompas.com - 16/04/2021, 17:31 WIB
Tabrakan beruntun di Sitinjau Lauik akibatkan ibu dan anak tewas, Kamis (15/4/2021) Foto: Polresta PadangTabrakan beruntun di Sitinjau Lauik akibatkan ibu dan anak tewas, Kamis (15/4/2021)

PADANG, KOMPAS.com - Jalur Sitinjau Lauik terletak di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat jadi salah satu jalur utama penghubung antar provinsi. Tidak heran jalur ini selalu dilalui kendaraan bertonase besar seperti bus dan truk.

Sitinjau Lauik memiliki medan jalan yang curam dengan tikungan tajam. Ini yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di jalur tersebut.

Lakalantas terbaru yang terjadi di Sitinjau Lauik merupakan tabrakan beruntun hingga menimbulkan korban jiwa.

Kecelakaan tersebut melibatkan 7 kendaraan berupa truk, mobil, dan sepeda motor. Disinyalir penyebab kecelakaan adalah rem blong.

Baca juga: TransJakarta Tidak Lakukan Uji Coba Bus Listrik Buatan Inka, Zhongtong, dan Skywell

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sitinjau Lauik Truck Video (@sitinjau_lauik)

 

Ahmad Wildan selaku Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjelaskan, beberapa faktor lain yang kemungkinan jadi penyebab kecelakaan di Sitinjau Lauik.

"Jalan di tikungan itu tidak rata. Untuk kendaraan besar (truk dan bus) dengan tiga sumbu roda penggerak tunggal, itu nanti akan sliding. Jadi saat kendaraan menikung, roda penggerak tidak berpijak di jalan. Roda terus berputar dalam keadaan menggantung, kendaraan tidak bisa maju akhirnya tergelincir turun," ungkap Ahmad kepada Kompas.com, Jumat (16/3/2021).

Ahmad juga menyayangkan sistem drainase yang buruk di Sitinjau Lauik. Saat hujan deras, air akan memenuhi jalan dan mengalir deras sehingga potensi aquaplaning makin besar.

Baca juga: Kemenperin Terus Dorong Percepatan Era Kendaraan Listrik di Tanah Air

"Temuan selanjutnya adalah, koefisien gesek jalannya sangat kecil, jalan jadi licin. Untuk mobil berpenggerak depan pasti tergelincir, tidak kuat naik tanjakan," kata Ahmad.

Bus AKAP PO SAN lewati Sitinjau LauikKoropak.co.id Bus AKAP PO SAN lewati Sitinjau Lauik

"Lalu terkait konflik kendaraan beda arah. Jadi kendaraan saat menanjak tidak mungkin ambil sisi dalam tikungan. Pasti ambil sisi terluar. Sementara dari arah berlawanan juga ada kendaraan yang turun. Nah momen ini juga sering terjadi kecelakaan," ungkap Ahmad lebih lanjut.

Korban meninggal akibat kecelakaan di Sitinjau Lauik pun kebanyakan bukan yang langsung meninggal saat kecelakaan, tapi karena terjepit lalu kehabisan darah akibat evakuasi yang berjalan lama.

Ahmad menjelaskan bahwa KNKT bersama stakeholder lain sejak akhir Maret 2021 telah merumuskan strategi baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang sebagai mitigasi kecelakaan di Sitinjau Lauik agar tidak ada lagi korban jiwa yang tercipta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X