Larangan Mudik Lebaran 2021, Jalur Tikus Juga Dipantau Polisi

Kompas.com - 13/04/2021, 03:02 WIB
Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bis Pakupatan, Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021). Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bidang Angkutan Penumpang Kurnia Lesani Adnan menyatakan para operator angkutan saat ini menunggu petunjuk teknis larangan mudik Lebaran 2021 dan meminta ketegasan pemerintah dalam melarang dan menindak setiap kendaraan pengangkut pemudik Lebaran baik yang berplat kuning maupun berplat hitam untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ hp.  ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANSejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bis Pakupatan, Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021). Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bidang Angkutan Penumpang Kurnia Lesani Adnan menyatakan para operator angkutan saat ini menunggu petunjuk teknis larangan mudik Lebaran 2021 dan meminta ketegasan pemerintah dalam melarang dan menindak setiap kendaraan pengangkut pemudik Lebaran baik yang berplat kuning maupun berplat hitam untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengantisipasi sekaligus memetakan beberapa jalur yang kemungkinan dilalui oleh masyarakat atau pengendara untuk melakukan mudik Lebaran 2021.

Termasuk di dalamnya ialah jalur-jalur tikus seperti kawasan pedesaan serta alternatif, sehingga dipastikan tidak ada kendaraan yang keluar wilayah DKI Jakarta.

“Jalur-jalur tikus sudah dipetakan dan dibuatkan penyekatan. Penjagaan di setiap jalur tikus,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo di keterangannya, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Satlantas Solo Akan Tindak Tegas Aksi Kebut-kebutan di Jalan Raya

Sejumlah kendaraan melintasi tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/4/2021). Pada libur Paskah PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 185.916 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek, meningkat 41,60 ?ri lalu lintas normal. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah Sejumlah kendaraan melintasi tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/4/2021). Pada libur Paskah PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 185.916 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek, meningkat 41,60 ?ri lalu lintas normal. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

Sambodo menambahkan, polisi juga akan memeriksa setiap kendaraan yang melintas di sejumlah titik penyekatan. Hal itu tentunya berlaku pula bagi truk dan ambulans.

Langkah ketat tersebut dilakukan dalam upaya menjalankan amanat dari pemerintah pusat untuk mencegah aktivitas mudik Lebaran 2021 supaya potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Pemeriksaan setiap kendaraan yang lewat, termasuk bak truk, ambulance,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa saat ini sudah ada delapan titik yang akan menjadi lokasi penyekatan dan dimulai sejak 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021.

Rinciannya, dua titik di jalan tol, tiga titik di jalan arteri, dan tiga titik di terminal. Lalu, ada pula delapan titik tambahan yang akan dilakukan survei lebih jauh

“Titiknya ada dua di tol, tiga di arteri dan tiga di terminal,” kata dia.

Baca juga: Naik Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Sekarang Sebut Tol Layang MBZ

Giat petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur penyekatan larangan mudik dan PSBB di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2020).Dokumentasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Giat petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur penyekatan larangan mudik dan PSBB di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2020).

Sambodo melanjutkan, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 380 personel untuk berjaga di delapan titik tersebut setiap hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X