Cara Produsen Helm Nasional Uji Kualitas Produk Sesuai Standar

Kompas.com - 08/04/2021, 10:22 WIB
Helm Cargloss Helm CarglossHelm Cargloss

JAKARTA, KOMPAS.com - Helm merupakan pelindung utama bagian kepala bagi para pengendara sepeda motor. Oleh sebab itu, kualitas dan kenyamanan helm sudah sepatutnya diperhatikan.

Permasalahannya, kini banyak helm tiruan alias KW yang tidak hanya merugikan pemilik merek, tapi juga berbahaya untuk digunakan pengendara sepeda motor.

Hal ini mendapat perhatian khusus dari Cargloss Helmet yang sudah berkecimpung di bisnis produksi dan penjualan helm sejak tahun 2002.

"Cargloss Helmet menyadari betul bahwa keselamatan konsumen di atas segalanya demi masa depan bangsa," jelas Endin Nasrudin, General Manager Cargloss Helmet, dalam konferensi virtual, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Modifikasi Harus Utamakan Fungsional, Contohnya Bagasi Nmax Jangan Dijejali Sound

Endin menuturkan, faktor kualitas helm produksi Cargloss Helmet dibuat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dan hal ini dipastikan tidak akan disalahgunakan demi keuntungan bisnis semata. Sebab, membuat helm dengan kualitas terbaik menjadi perhatian penting sesuai dengan regulasi SNI 1811:2007.

Regulasi tersebut menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan pengendara dan penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full -face).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konstruksi helm SNI.Badan Standardisasi Nasional Konstruksi helm SNI.

Terdapat 5 alat uji untuk memastikan kualitas dari produk Cargloss Helmet sebelum dipasarkan dengan tingkat keselamatan sesuai dengan standar, yaitu:

1. Tracking Point
Alat yang berfungsi untuk menentukan titik pengujian pada helm. Ada 4 titik pengujian dalam 1 helm, yaitu bagian atas helm, bagian samping kanan helm, bagian samping kiri helm, dan bagian belakang helm

2. G – Shock Test
Alat yang berfungsi untuk menguji ketahanan helm terhadap benturan benda tumpul atau bidang datar. Nilai hasil pengujian tidak boleh lebih dari 300G.

Baca juga: Benarkah Ban Vulkanisir Hanya Boleh Dipasang di Roda Belakang?

3. Penetrasi Test
Alat yang berfungsi untuk menguji ketahanan helm terhadap benturan benda tajam. Jika alarm alat uji tidak berbunyi maka hasil pengujian di nyatakan “OK “. Jika alarm alat uji berbunyi maka hasil pengujian dinyatakan “NG“.

4. Chinstrap Test
Alat yang berfungsi untuk menguji ketahanan penahan tali dagu helm. Tali dagu tidak boleh mengalami perpanjangan lebih dari 32 mm

5. Roll Of
Alat yang berfungsi untuk menguji efektifitas penahan tali dagu helm. Hasil uji dinyatakan ok jika helm tidak lepas dari alat uji.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.