Lawan Arus, Pelanggaran Lalu Lintas yang Hanya Ada di Indonesia

Kompas.com - 01/04/2021, 08:22 WIB
Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah di Jalan Ir H Juanda, tepat di bawah jalan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (01/02/2018). Para pengendara tersebut mulai melawan arah sejak di putaran di depan Kantor Cabang Pembantu Bank BCA hingga SPBU yang terletak jelang area masuk jalan layang. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELSejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah di Jalan Ir H Juanda, tepat di bawah jalan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (01/02/2018). Para pengendara tersebut mulai melawan arah sejak di putaran di depan Kantor Cabang Pembantu Bank BCA hingga SPBU yang terletak jelang area masuk jalan layang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah kesalahan yang dilakukan pengendara dapat memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Kesalahan umumnya terjadi lantaran banyak pengendara mobil maupun sepeda motor terlalu egois.

Pengamat Transportasi dan Ketua Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia Ki Darmaningtyas mengatakan, kesalahan dalam berkendara terjadi lantaran pengendara hanya memiliki pengetahuan tanpa kesadaran.

“Mentang-mentang pakai kendaraan sendiri sehingga menganggap jalan juga milik sendiri,” ucap Darmaningtyas, dalam webinar (30/3/2021).

Baca juga: Mudik Dilarang, Tapi Bina Marga Tetap Siapkan Jalur Lebaran

Mobil dan sepeda motor parkir di trotoar Jalan Kemang Raya, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019). Trotoar di kawasan Kemang sedang direvitalisasi.KOMPAS.COM/WALDA MARISON Mobil dan sepeda motor parkir di trotoar Jalan Kemang Raya, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019). Trotoar di kawasan Kemang sedang direvitalisasi.

Meski begitu, Tyas sapaan akrabnya, mengatakan, pengendara mobil memiliki kesadaran yang terbilang lebih baik dibanding pengendara motor.

Ia mengambil contoh, banyak pengendara sepeda motor yang menerobos trotoar, padahal tahu fungsinya untuk pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

“Saya menyarankan kampanye keselamatan berkendara lebih ditujukan kepada pengendara sepeda motor,” ujar Tyas.

Baca juga: Viral Video Truk Nekat Putar Balik di Jalan Tol, Catat Sanksinya

Ilustrasi kecelakaan motorgas2.org Ilustrasi kecelakaan motor

Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menentukan dan merumuskan beberapa faktor yang berkolerasi dalam tingkat kecelakaan di dunia.

Salah satunya, anak-anak yang mengendarai kendaraan, memakai helm tidak standar, dan berkendara di bawah pengaruh minuman keras.

Sementara itu Indonesia, Tyas menambahkan, ada kasus pelanggaran lalu lintas yang jarang bahkan tidak ditemukan di negara lain, yakni melawan arus.

“Yang melakukan pelanggaran lalu lintas ini sangat banyak. Kecelakaan kendaraan di Indonesia tinggi karena banyak yang lawan arus padahal di luar negeri enggak ada," kata Tyas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X