Mitos atau Fakta, Motor Standar Pakai Knalpot Racing Merusak Mesin?

Kompas.com - 23/03/2021, 12:12 WIB
Knalpot racing Akrapovic pada Kawasaki Ninja ZX-25R AkrapovicKnalpot racing Akrapovic pada Kawasaki Ninja ZX-25R

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak sedikit pengendara sepeda motor yang memodifikasi kendaraannya agar lebih bertenaga. Salah satu langkah yang banyak dilakukan adalah mengganti bagian knalpotnya.

Saluran pembuangan gas pada motor ini diganti dengan knalpot racing aftermarket. Selain tenaga meningkat, tapi umumnya menghasilkan suara yang bising.

Baca juga: Harga Knalpot Racing buat Motor, Bisa Tembus Rp 20 Juta

Sayangnya, tak banyak yang paham bahwa menggunakan knalpot racing bisa berdampak buruk pada bagian mesin. Khususnya jika bagian mesin tidak mengalami perubahan alias standar.

Pilihan knalpot racing Honda ADV 150 di IIMS Motobike Expo 2019Kompas.com/Donny Pilihan knalpot racing Honda ADV 150 di IIMS Motobike Expo 2019

Sebab, penggunaan knalpot racing membuat mesin menjadi lebih cepat panas karena pembakarannya kering. Selain itu juga akan mempercepat keausan pada komponen mesin motor.

Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere Ribut Wahyudi mengatakan, knalpot racing bisa saja meningkatkan performa, tapi tidak signifikan.

"Kecuali dalamannya (piston, kruk as, dan lainnya) diubah juga," ujar Ribut, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Motor Pakai Knalpot Racing Disita, Boleh Diambil tapi dengan Syarat

Menurut Ribut, performa motor bisa meningkat lebih maksimal jika dilakukan ubahan pada bagian lain. Salah satu bagian yang perlu diubah adalah ruang pembakarannya.

"Saya tidak merekomendasikan, karena motor yang dikeluarkan dari pabrik sudah melewati berbagai perhitungan dan pertimbangan yang disesuaikan kebutuhan penggunanya," kata Ribut.

Knalpot racing Yoshimura tipe Hepta Force TSS untuk Kawasaki Ninja ZX-25RKMI Knalpot racing Yoshimura tipe Hepta Force TSS untuk Kawasaki Ninja ZX-25R

Djoko Prayitno, pemilik bengkel Tanjung Motor di Solo, Jawa Tengah, mengatakan, penggantian knalpot racing harus diikuti dengan penyesuaian debit bahan bakarnya.

"Kalau penggantian knalpot racing tanpa penyesuaian debit bahan bakarnya padahal pembuangannya sudah lebih besar atau lancar dan ternyata pembakaran di mesinnya terlalu kering, maka bisa mengakibatkan kerusakan mesin,” ujar Yitno, dalam kesempatan terpisah.

Penyesuaian ini penting untuk dilakukan agar mesin tidak terlalu kering yang bisa berakibat mesin terlalu panas atau overheat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X