Mengapa Bus dan Truk Rawan Mengalami Rem Blong?

Kompas.com - 12/03/2021, 08:22 WIB
Kecelakaan bus yang terjun ke jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). KOMPAS.com/AAM AMINULLAHKecelakaan bus yang terjun ke jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rem blong kerap menjadi penyebab kecelakaan yang melibatkan truk ataupun bus yang berkategori kendaraan besar, bahkan tidak jarang sampai menelan korban jiwa.

Paling baru seperti yang terjadi di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Akibat rem blong, bus pariwisata yang ditumpangi para peziarah ini terjun ke jurang 500 meter.

Kecelakaan ini merenggut 27 korban jiwa dari total 63 penumpang yang ada di bus tersebut. 

Baca juga: Kecelakaan Maut Sumedang, Begini Tips Memilih Bus Pariwisata yang Aman

Bicara soal rem blong, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan, beban yang dibawa oleh sebuah kendaraan sangat berpengaruh pada sistem pengereman. Tidak jarang berat beban tersebut membuat rem tidak berfungsi alias blong.

“Menurut saya, lebih pada segi perawatan dan juga beban kendaraan. Kalau beban yang dibawa melebihi batas, pastinya kinerja rem juga akan lebih berat,” ujar Didi belum lama ini kepada Kompas.com.

Didi melanjutkan, selama ini sering didapati, bus atau truk yang mengalami kecelakaan akibat rem blong karena membawa beban yang cukup berat. Bahkan, ada juga yang sampai melebihi batas maksimal beban yang diperbolehkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Nasib Bus Perintis yang Masih Merintih

Ilustrasi Rem blong Ilustrasi Rem blong

Oleh sebab itu, sebaiknya pengecekan sistem pengereman rutin dilakukan sebelum memulai perjalanan. Salah satunya untuk mengantisipasi terjadi rem blong atau pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal.

“Pada intinya kendaraan yang dibawa itu harus layak jalan. Kalau ban sudah habis tapaknya juga harus diganti, karena ini juga berpengaruh pada sistem pengereman,” kata Didi.

Baca juga: Kecelakaan Bus di Sumedang, Begini Antisipasi Saat Mengalami Rem Blong

Didi menambahkan, pengecekan juga harus dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Mulai dari kondisi kanvas rem, kondisi selang bocor atau tidak, pipa-pipa, kompresor angin, serta bagian pendukung lainnya.

“Selain masalah rem, bagian pendukung lain seperti lampu-lampu, oli, air, ban, dan bagian lainnya juga harus dicek secara rutin. Hal ini ditujukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan saat kendaraan digunakan,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.