Dilema Pindad soal Peluang Ekspor Maung

Kompas.com - 09/03/2021, 13:31 WIB
Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPrototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya akan membuat versi sipil, PT Pindad (Persero) juga sedang memantau peluang ekspor Maung 4x4. Kendaraan taktis ringan (rantis) asal Bandung, Jawa Barat, tersebut rupanya sudah mulai dilirik negara tetangga.

Abraham Mose, Direktur Utama PT Pindad mengatakan, sudah ada beberapa negara yang menanyakan Maung. Mulai dari spesifikasi sampai kemampuannya sebagai kendaraan militer.

"Sudah lumayan banyak, beberapa negara sudah ada yang tanya, bahkan sempat berkunjung ke kami (Pindad) untuk melihat Maung ini. Sejauh ini mereka tertarik, sudah minta spesifikasinya juga," ucap Abraham kepada Kompas.com, beberapa hari lalu.

Baca juga: Imbas PPnBM, Makin Banyak Pilihan MPV Murah di Bawah Rp 200 Juta

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

Menurut Abraham, dari beberapa rekanan negara yang tertarik, salah satunya yang langsung berkunjung dan rutin menjalin komunikasi terkait Maung adalah Bangladesh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, Abraham mengakui bila untuk melakukan ekspor memang perlu pemantapan diri. Terutama terkait masalah produksi, komponen, dan paling krusial adalah mesin.

Seperti diketahui, Pindad sendiri belum memproduski mesin. Sementara Maung yang ada saat ini, mengaplikasi jantung pacu milik Toyota Hilux, lengkap bersama sistem transmisi dan penggerak rodanya.

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

Kondisi tersebut menjadi krusial, karena bila sudah dibuka untuk umum, apalagi menerima ekspor, otomatis kebutuhan mesin akan meningkat drastis seiring volume permintaan. Bila dari pihak penyuplai mesin stoknya tidak banyak, maka bisa menjadi dilema.

Baca juga: Bupati Gunungkidul Pemilik Kedua Maung Pindad Berbasis Militer

"Masalah utama itu memang mesin, jadi sejauh ini kami belum berani lantaran nanti malah salah langkah. Namun demikian, kami membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan pabrikan otomotif yang tentunya untuk jangka panjang," ucap Abraham.

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

"Sejauh ini kami sudah coba beberapa mesin, di luar Hilux, kita pakai punya Tata, Isuzu, lalu Ford. Jadi bila ada pihak yang bersedia kerja sama dengan kami, kita akan sambut, karena masalah utamanya itu memang mesin," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.