Pengendara Motor Penerobos Ring 1 Minta Maaf dan Arogansi di Jalan

Kompas.com - 02/03/2021, 07:22 WIB
Konvoi motor gede ketika melintas di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta. Media sosialKonvoi motor gede ketika melintas di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara sepeda motor yang videonya viral karena menerobos penjagaan di kawasan Ring 1 Istana Presiden akhirnya meminta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung kepada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Markas Korps Paspampres di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Letkol Inf Wisnu Herlambang mengatakan, ada empat orang pengendara motor yang terlibat saat kejadian tersebut dan datang ke Mako Paspampres.

Baca juga: Insentif PPnBM Nol Persen Harus Bisa Dorong Produksi dan Ekspor


"Mereka pada intinya menyampaikan permohonan maaf kepada Paspampres dan kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Wisnu mengutip Megapolitan Kompas.com, Senin (1/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wisnu mengatakan, para pengendara motor tersebut sebenarnya tidak perlu lagi meminta maaf. Wisnu juga menganggap permasalahan penerobosan ini sudah selesai.

Sebelum datang ke Markas Korps Paspampres, pengendara motor tersebut juga sudah meminta maaf lewat media sosial setelah ramai dirundung oleh netizen.

Baca juga: Turun Rp 11 Jutaan, Ini Harga Resmi Wuling Confero Usai PPnBM 0 Persen

Touring untuk merayakan ultah ke-17 tabloid Motor Plus, menggunakan 17 sepeda motor, tempuh jarak 282,5 km.Motor Plus Touring untuk merayakan ultah ke-17 tabloid Motor Plus, menggunakan 17 sepeda motor, tempuh jarak 282,5 km.

Terlepas dari permintaan maaf para pengendara motor tersebut, saat ini ramai disorot ialah sikap arogansi pengendara motor di jalan terutama saat sedang touring.

Selain kasus penerobosan kawasan Ring 1, masih segar ialah aksi pemukulan anggota TNI yang dilakukan klub motor besar (moge) saat touring di Sumatera Barat.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, kejadian seperti itu kemudian menyorot dua hal, yaitu jenis motor dan berkendara berkelompok.

Jusri menilai, seseorang yang dalam sisi kehidupan lainnya sangat menjunjung tinggi etika bisa berubah sikap saat menunggangi motor tertentu.

Baca juga: Kata Menperin soal Mobil yang Menikmati Insentif PPnBM

Komunitas motor besar B?Brothers IndonesiaFoto: B’Brothers Indonesia Komunitas motor besar B?Brothers Indonesia

Motor bisa memberikan aura dan karakter yang bisa memengaruhi biker. Apalagi yang menggunakan atribut atau sesuatu maka bisa memunculkan eksklusivitas sampai arogansi,” ujar Jusri kepada Kompas.com.

Saat bersama maka muncul rasa ekslusivitas di jalan. Namun, yang berperilaku tersebut hanya oknum dan tidak mewakili seluruh bikers atau kelompoknya.

Baca juga: Insentif PPnBM Nol Persen Harus Bisa Dorong Produksi dan Ekspor

“Ini hanya oknum dan tidak mewakili seluruh bikers. Yang perlu diimbau adalah kesadaran masing-masing melalui komunitas untuk menyadarkan dan mengingatkannya,” kata Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.