Mengapa Dilakukan Penambahan Aditif pada Pelumas Kendaraan

Kompas.com - 01/03/2021, 11:02 WIB
Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC SHUTTERSTOCKIlustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC


JAKARTA, KOMPAS.com - Pelumas kendaraan atau oli mesin terdiri dari base oil yang ditambahkan aditif. Komposisinya 80-85 persen base oil ditambahkan 5-15 persen aditif.

Brahma Putra Mahayan, Jr Technical Specialist Pertamina Lubricants, mengatakan, aditif berguna untuk memperbaiki sifat base oil yang digunakan.

"Aditif adalah zat kimia yang ditambahkan dalam jumlah yang relatif sedikit, untuk memperbaiki (base oil), membentuk sifat pelumas yang diinginkan pada operasi pelumasan," katanya saat acara Pertamina Lubricants Workshop belum lama ini.

Komposisi formula aditif pelumas mesin Foto: Tangkapan layar persentasi Brahma Putra Mahayan, Jr Technical Specialist Pertamina Lubricants. Komposisi formula aditif pelumas mesin

Brahma mengatakan setidaknya ada sepuluh jenis aditif yang biasa ditambahkan dalam pelumas.

Sepuluh aditif tersebut ialah viscosity modifier, detergent, oxidation inhibitor, oiliness agent, rust inhibitor, corrosion inhibitor, anti-foam agent, dispersant, pour point depressant, dan anti-wear agent.

Tiap aditif punya fungsi yang berbeda-beda. Seperti detergen, fungsinya untuk membersihkan hasil sisa pembakaran di ruang bakar, serta rust inhibitor yang mencegah karat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Beda Bahan Pembentuk Oli dan Gemuk

Dipstick Oli Mesin mobilistimewa Dipstick Oli Mesin mobil

Adapula metal deactivator. Brahma menyebut bahan ini digunakan untuk mencegah material di dalam mesin bereaksi antara satu sama lain.

"Oli kalau tidak dipakai tapi ada di dalam mesin. Di dalam mesin ada banyak berbagai material, ada besi, tembaga, nikel dan lain-lain, dan partikel itu meski mesin tidak bergerak tapi mereka bersifat sebagai katalis," katanya.

"Katalis sebagai mak comblang si A dan B, awalnya ketemu tidak ada apa-apa, tapi ada si C yang bersifat mak comblang, jadinya si A dan B jadi ada cemistry dan ada rasa," kata Brahma.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X