Penyebab Kampas Kopling Mobil Manual Habis

Kompas.com - 16/02/2021, 18:31 WIB
Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual. Youtube/MaxresdefaultPosisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada mobil manual, untuk memindahkan gigi transmisi ketika mengemudi harus dengan menginjak pedal kopling. Ketika kopling diinjak, gigi baru bisa dipindahkan, sesuai dengan kecepatan kendaraannya.

Kopling sendiri memiliki beberapa komponen, salah satunya kampas. Jika kampas sudah aus atau habis, akan menimbulkan beberapa ciri seperti tercium bau hangus, akselerasi yang lemah, selip, bahkan sampai sulit mengoper gigi.

Mengutip dari buku “Teori dan Reparasi Sistem Pemindah Tenaga” karangan Wuyung Setyono dan Daryanto, kampas kopling habis biasa disebabkan karena kebiasaan dan cara mengemudi yang salah.

Baca juga: Toyota GR Yaris Siap Meluncur, Harga Dasar Rp 475 Jutaan

Wakapolresta Tasikmalaya Kompol Rikki Ariesetiawan, secara spontan mengambil alih kemudi kendaraan yang sopirnya kelelahan saat macet di tanjakan Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (2/8/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Wakapolresta Tasikmalaya Kompol Rikki Ariesetiawan, secara spontan mengambil alih kemudi kendaraan yang sopirnya kelelahan saat macet di tanjakan Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (2/8/2020).

Cara mengemudi yang salah dan menjadi dalang ausnya kampas kopling di antaranya kopling gantung, setengah kopling dan kopling galak. Kopling gantung sendiri maksudnya, kebiasaan menaruh kaki di pedal kopling saat tidak digunakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perilaku ini akan menggerus ketebalan kopling karena seringnya terjadi penekanan pada kopling sedikit demi sedikit. Menghindari hal ini bisa membuat kampas kopling awet dan kaki tidak pegal saat mengemudi.

Kemudian setengah kopling, hal ini kerap dilakukan saat mobil sedang berada dalam posisi menanjak. Pengemudi kerap menyeimbangkan kopling dan gas sehingga tidak perlu menginjak pedal rem.

Baca juga: Pajero Sport Facelift Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 500 Jutaan

Jangan sering melakukan hal tersebut, karena sangat mungkin untuk menipiskan permukaan kampas kopling. Jika sering melakukannya, akan keluar bau hangus yang berarti kampas sudah aus.

Terakhir adalah kopling galak, artinya agresif ketika menggunakan kopling. Kopling memang kerap dimainkan oleh pengemudi agar mendapatkan sensasi akselerasi mendadak. Padahal melakukan hal tersebut berpotensi membuat kampas cepat aus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X