Catat, Ini Mekanisme Klaim Kerugian di Jalan Tol Jasa Marga

Kompas.com - 10/02/2021, 08:51 WIB
Ilustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban. ShutterstockIlustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, memberikan ganti rugi bagi pemilik mobil yang mengalami kerusakan ban di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Tepatnya di Km 39 arah Jakarta, pada Minggu (7/2/2021).

Seperti diketahui, puluhan mobil mengalami kerusakan ban usai menghantam lubang yang ada pada bagian jalan. Peristiwa itu lantas viral usai videonya diunggah ke media sosial.

Kejadian tersebut juga mengundang banyak pertanyaan, salah satunya mengenai bagaimana proses atau tata cara mengurus klaim kerugian kepada Jasa Marga selaku pengelola jalan tol.

Baca juga: Akibat Jalan Berlubang, Puluhan Mobil Alami Kerusakan Ban di Tol Japek

Terkait hal itu, Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, pihaknya memberlakukan prosedur penanganan klaim dari pengguna jalan untuk kejadian-kejadian khusus. Salah satunya seperti kerugian akibat kerusakan jalan atau karena jalan berlubang.

Ilustrasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek jelang Tahun Baru 2021JASA MARGA Ilustrasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek jelang Tahun Baru 2021

"Merujuk prosedur tersebut, jika pengguna jalan mengalami kejadian gangguan perjalanan di jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga Group, pengguna jalan dapat melaporkan terlebih dahulu peristiwa yang dialami di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kepada call center Jasa Marga di nomor 14080," ujar Heru dalam keterangan resminya, Selasa (9/2/2021).

Setelah itu, call center akan mengirim petugas Mobile Customer Service (MCS) langsung menuju ke lokasi kejadian. Kemudian petugas akan membantu pengguna jalan agar dapat melanjutkan perjalanan.

Jika pengguna jalan mengalami kerugian dan akan mengajukan klaim, maka petugas akan menjelaskan mekanisme penyelesaiannya. Termasuk membuatkan Berita Acara Kerusakan atau Kerugian Pengguna Jalan.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Jasa Marga (Persero) Tbk (@official.jasamarga)

Heru mengatakan untuk melanjutkan proses klaim, pengguna jalan akan diminta sesuai tenggat waktu, yakni 3x24 jam sejak kejadian untuk melengkapi beberapa dokumen pendukung administrasi.

Baca juga: Kasus Puluhan Mobil Hajar Lubang di Tol, Kenapa Pelek Bisa Pecah?

Mulai dari identitas diri, foto fisik kendaraan di TKP atau lokasi kejadian, surat keterangan polisi, sampai bukti tanda terima transaksi atau struk tol.

Apabila tidak dalam bentuk fisik struk, maka e-Toll yang digunakan dalam perjalanan saat mengalami kejadian, bisa dijadikan sebagai bukti transaksi.

Ilustrasi perbaikan jalan di ruas tol Jakarta-Cikampek.DOK. JASA MARGA Ilustrasi perbaikan jalan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

"Jasa Marga akan memproses klaim pengguna jalan dan jika memenuhi kriteria-kriteria yang dipersyaratkan, akan dilakukan proses ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Heru.

Prosedur klaim ganti rugi tersebut berlaku di ruas jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group. Untuk ruas jalan tol yang dikelola Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya, bisa memberlakukan prosedur yang berbeda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X