Baru Punya Mobil, Jangan Lupa Kewajiban Ganti Komponen Berkala

Kompas.com - 29/01/2021, 11:02 WIB
Ilustrasi memasang busi mobil https://www.autozone.com/Ilustrasi memasang busi mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Punya mobil pribadi mungkin masih jadi mimpi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, bagi para pemilik mobil pertama, punya kendaraan pribadi bukan sekadar gas saja, tapi harus siap dengan konsekuensi ganti komponen secara berkala.

Apalagi, bagi pemilik mobil yang tinggal di perkotaan yang padat seperti Jakarta, masalah perawatan mobil harus diperhatikan.

Selain frekuensi pergantian pelumas mesin, ada komponen lain yang juga wajib diawasi masa pakainya seperti busi, oli transmisi, filter, sampai kampas rem.

Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi mengatakan, mengenai hal tersebut sebetulnya sudah ada pada buku panduan resmi, namun kadang pemilik mobil hanya terpaku pada jarak tempuh bukan dari waktu.

Baca juga: Sering Hajar Jalan Berubang, Ban Serep Harus Siap Pakai

“Terkadang konsumen hanya terpaku pada jarak saja, jadi selama belum sentuh jarak yang ditetapkan mereka akan terus pakai. Padahal, anjuran bengkel itu ada perbandingan dengan waktu,” ujar Anjar, belum lama ini, saat dihubungi Kompas.com.

Anjar memberi contoh, seperti ganti busi untuk reguler tiap 20.000 km sampai 30.000 km atau sekitar satu tahun paling lambat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bengkel DaihatsuKOMPAS.com/Ruly Bengkel Daihatsu

Sama dengan busi, oli transmisi juga berlaku dari jarak dan waktu. Untuk kedua komponen ini Anjar menyarankan frekuensi pergantian lebih ditekankan dari waktu, khususnya untuk mobil yang digunakan di kota besar.

“Kalau mobil yang digunakan untuk aktivitas dari rumah ke kantor dengan jarak tidak lebih dari 100 km mungkin akan lama tercapainya, jadi disarankan pergantian dari sisi waktu saja. Rajin-rajin cek kondisi akan membuat mobil lebih awet,” kata Anjar.

Baca juga: Semua Mobil Nissan Sudah Bertenaga Listrik pada 2030

Anjar mengingatkan, meski belum menyentuh jarak yang ditentukan, tapi kondisi jalan di perkotaan yang padat dan sering membuat rpm mobil naik dalam posisi stop and go. Kondisi tersebut bisa memengaruhi kualitas oli transmisi dan perfoma busi, belum lagi ditambah dengan faktor eksternal seperti cuaca panas dan medang yang berdebu.

Menurut Anjar, lebih baik pengguna mobil mengganti busi secara terjadwal dari waktu, misal enam sampai tujuh bulan, tidak perlu tunggu sampai jarak yang dianjurkan.

“Begitu juga untuk komponen lain seperti filter oli dan pendingin udara,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.