Sering Salah Kaprah, Mobil Mesin Diesel Bukan Berarti Tahan Banjir

Kompas.com - 20/01/2021, 12:22 WIB
Presiden Joko Widodo yang berada di dalam mobil kepresidenan melintasi banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.   ANTARA FOTO/Bayu Pratama SPresiden Joko Widodo yang berada di dalam mobil kepresidenan melintasi banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mobil mesin diesel kuat menerjang banjir karena beberapa alasan. Tapi itu dulu, ketika mesin tanpa busi tersebut masih berteknologi konvensional.

Kini transformasi diesel canggih dengan berbagai peranti elektronik tetap berisiko sama dengan mobil berbahan bakar bensin.

Baca juga: Begini Cara Atasi Diesel Runaway pada Mobil

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, kebanyakan mobil bermesin diesel memang memiliki sosok yang tinggi besar, terutama bermodel SUV.

Menurutnya, anggapan itulah yang akhirnya membuat mesin diesel disebut tahan banjir, karena memang ground clearance mobil SUV rata-rata tinggi.

Tampilang ruang mesin Honda CR-V facelift, yang mengusung mesin diesel.HPM Tampilang ruang mesin Honda CR-V facelift, yang mengusung mesin diesel.

“Selain itu, mesin bensin masih menggunakan busi dan koil sebagai pematik untuk pembakaran di ruang bakar, sehingga bisa dikatakan mesin diesel memang lebih ampuh untuk melewati banjir karena tidak menggunakan busi dan koil,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/1/2021).

Namun Didi menegaskan, hal tersebut sebetulnya tetap tidak boleh dilakukan dan harus dihindari, karena ada resiko air bisa terisap masuk ke saluran udara sehingga bisa menyebabkan water hammer atau kerusakan parah pada mesin diluar.

Baca juga: Jangan Paksa Mobil Mesin Diesel Jalan Saat Indikator Solar E

“Di luar konteks mobil diesel ataupun bensin sebaiknya pemilik mobil menghindari air masuk ke saluran udara,” katanya.

Dari penjelasan ini, bisa dipastikan, semua jenis mobil tetap rawan terhadap banjir. Paling penting adalah memperhatikan posisi saluran isap udara. Jika ketinggian air dirasa akan masuk ke saluran tersebut, sebaiknya banjir tidak diterjang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X