Motor Sering Hajar Polisi Tidur Bisa Bikin Pelek Peyang?

Kompas.com - 17/01/2021, 12:21 WIB
Alat pembatas kecepatan alias polisi tidur yang dibuat tanpa aturan resmi kadang malah bikin kecelakaan. Febri Ardani/KompasOtomotifAlat pembatas kecepatan alias polisi tidur yang dibuat tanpa aturan resmi kadang malah bikin kecelakaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada umumnya sejumlah ruas jalan, terutama di kawasan perumahan dilengkapi dengan polisi tidur untuk mengontrol kecepatan kendaraan yang melintas.

Tidak sedikit pengemudi motor yang tidak awas, atau justru cuek dan mengabaikan polisi tidur dengan tidak mengerem saat melewatinya.

Baca juga: Zaman Sekarang TV di Bus Hanya Sebagai Pelengkap

Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong Asep Suherman mengatakan, polisi tidur diciptakan agar pengendara lebih berhati-hati dengan mengurangi kecepatan.

“Kejadian pelek peyang atau bengkok usai melewati polisi tidur tanpa mengerem memang bisa saja terjadi. Apalagi jika polisi tidur yang dilindas tidak sesuai standar, misalnya terlalu tinggi atau lancip,” ujar pria yang akrab disapa Herman, saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Pelek GL Speed untuk CBR250RROtomania/Setyo Adi Pelek GL Speed untuk CBR250RR

Namun kerusakan yang biasa terjadi pada motor yang sering melewati polisi tidur tanpa ngerem ternyata bukan di pelek.

“Biasanya yang akan bermasalah di bagian bearing roda atau laher. Bisa juga di bagian komstir. Jadi cepat bermasalah kalau terlalu sering kena benturan keras,” katanya.

Baca juga: Mengenal Power Steering yang Bikin Mudah Mobil Bermanuver

Asep menambahkan, kerusakan pada pelek biasanya terjadi saat kondisi ban sedang kurang tekanan angin.

Kejadian ini bisa juga terjadi saat kondisi motor sedang diisi muatan penuh dengan membawa boncengan dan barang-barang yang cukup banyak atau berat.

“Kalau kondisi ban kurang angin, saat melewati polisi tidur atau jalan rusak, benturan keras langsung menghajar pelek. Sementara kalau anginnya cukup, benturan akan diteruskan ke laher, kemudian komstir,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.