Anak Milenial Lebih Senang Jalan-jalan daripada Beli Mobil

Kompas.com - 14/01/2021, 12:41 WIB
Ilustrasi berkendara mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi berkendara mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara tren, konsumen mobil bekas terjadi pergeseran dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti yang diamati oleh Mobil88, satu hingga dua tahun ke belakang, dari kalangan milenial atau anak zaman now masih tertarik membeli mobil bekas, tetapi sekarang situasi sudah beralih.

Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan, saat ini konsumen tersebut cenderung lebih memilih berlibur ke luar negeri daripada membeli mobil bekas.

Baca juga: Tips Mencuci Pelek Mobil, Cukup Sediakan Air Bersih

“Dulu, punya uang Rp 20 juta dijadikan uang muka mobil bekas, sekarang dipakai buat beli tiket pesawat jalan-jalan ke luar negeri,” ucap Fischer, belum lama ini kepada Kompas.com.

Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.

Konsumen mobil bekas di Mobil88 sendiri, lanjut Fischer didominasi yang beli kredit ketimbang tunai, otomatis banyak yang memanfaatkan juga program uang muka atau cicilan ringan.

Kaum milenial pun ikut berkontribusi, tetapi sekarang secara presentase mungkin cukup signifikan.

Baca juga: Rakit Sasis dan Bodi Bus di Karoseri Makan Waktu sampai 3 Bulan.    

“Kalau sekarang bukan milenial lagi, lebih kepada keluarga muda atau di atasnya lagi yang memang membutuhkan mobil untuk beraktivitas,” kata Fischer

Harga mobil yang laris dalam beberapa tahun terakhir, kata Fischer berada di rentang harga Rp 80 jutaan hingga Rp 150 jutaan. Model populer seperti mobil keluarga MPV, dan mobil kota (city car), hingga hatchback.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X