Jangan Coba Cuci Bagian Mesin Mobil jika Tak Ingin Komponen Ini Rusak

Kompas.com - 09/01/2021, 12:46 WIB
Ilustrasi mesin mobil yang terendam banjir Kompas.com/DioIlustrasi mesin mobil yang terendam banjir

JAKARTA, KOMPAS.com – Mencuci mobil memang bisa dilakukan sendiri di rumah. Peralatannya pun cukup sederhana, mulai dari selang, ember dan lap microfiber. Bahkan bisa juga ditambah dengan semprotan jet jika ingin semptoran yang lebih kencang.

Namun jika ingin mencuci mobil sendiri di rumah, ada satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan, yaitu mencuci bagian mesin. Mesin mobil memiliki banyak komponen kelistrikan, sehingga berpotensi rusak jika disiram dengan air.

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor mengatakan, alternator sebagai penyuplai arus yang mengisi daya aki mobil jangan sampai tersiram atau dicuci dengan air.

Baca juga: Gimik DFSK Awal 2021, Cicilan Ringan Mulai Rp 2 Jutaan

Alternator mobilcarvaganza.com Alternator mobil

“Di dalam alternator ada lilitan motor. Jika sealnya sudah getas, sebaiknya jangan dicuci apalagi pakai yang semprotan air bertekanan,” ucap Supriyadi kepada Kompas.com, Jumat (8/1/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika alternator rusak, kemampuan mengisi akinya jadi berkurang. Efeknya, aki jadi lebih mudah tekor karena tidak terisi saat mesin mobil menyala. Selain itu, akan terdengar bunyi tidak normal dari alternator

Kemudian, ada komponen lain yang dikhawatirkan terjadi korsleting saat disiram dengan air. Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, mobil yang parkir di rumah rawan menjadi sarang tikus, khawatir ada kabel yang tergigit.

Baca juga: Harga PCX 160 di Jepang dan Thailand, Berapa Kalau Masuk Indonesia?

Mobil kan sering di tempat parkir mungkin selama tidak digunakan itu digunakan untuk sarang tikus dan sebaiknya, kalau ada kabel yang rusak disemprot justru bisa menyebabkan korsleting,” ucap Suparna kepada Kompas.com.

Jika terjadi korsleting, bisa menyebabkan kerusakan pada komponen atau perangkat elektronik mobil. Suparna pun menyarankan agar, saat mencuci mobil menghindari membasahi atau membersihkan bagian mesinnya.

“Mendingan tidak usah mencuci bagian mesin, kalau mau dibersihkan kan ada salon mobil yang lebih ahli,” ucapnya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X