Tekan Impor BBM, Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Diresmikan

Kompas.com - 18/12/2020, 15:41 WIB
Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETSIlustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut era kendaraan listrik di Tanah Air, Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) resmi meluncurkan Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Peluncuran ini bertujuan untuk dapat melakukan diseminasi program pemerintah pusat dan daerah maupun stakdeholder, dalam mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

"Dasar pemikiran Program KBLBB tersebut adalah untuk meningkatkan Ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM, yang akan berdampak positif dalam pengurangan tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia akibat impor BBM," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, dalam keterangan resminya Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Tesla Jadi ke Indonesia Januari 2021, Bahas Investasi Mobil Listrik

Menurut Arifin, konsumsi BBM Indonesia saat ini sekitar 1,2 juta barel oil per day (bopd), kebutuhan BBM tersebut sebagian besar dipasok dari impor.

Dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang semakin tinggi setiap tahunnya, otomatis membuat ketergantungan terhadap BBM impor juga akan meningkat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Stasiun Penukaran Baterai Kendaaan Listrik Umum (SPBKLU) Grab Indonesia Stasiun Penukaran Baterai Kendaaan Listrik Umum (SPBKLU)

Karenanya dibutuhkan sumber energi lokal terutama energi terbarukan dan gas yang digunakan untuk pembangkit listrik sebagai penyedia listrik bagi KBLBB.

Arifin mengklaim Kementerian ESDM sudah menyusun Grand Strategi Energi, dengan salah satu programnya adalah penggunaan KBLBB.

Selain itu, peta jalan menuju kendaraan bermotor listrik juga didukung dengan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

"Adanya SPKLU dan SBKLU pun didukung oleh penerbitan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, sebagai regulasi turunan dari Perpres 55 Tahun 2019.

Baca juga: Terafiliasi Toyota, Daihatsu Ikutan Konversi Xenia Jadi Hybrid?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian ESDM (@kesdm)

 

Peta jalan menuju kendaraan bermotor listrik juga didukung rencana pembangunan SPKLU di 2.400 titik, dan SPBKLU yang rencananya akan dibangun di 10.000 titik sampai dengan tahun 2025, juga peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X